Lima Hakim Solo akan Dilaporkan ke MA dan KY *Hentikan Penyidikan dan Tangguhkan Penahanan 3 Pejabat Bank

0
BEBERKAN KASUS- Koordinator MAKI, Boyamin Saiman saat membeberkan sejumlah putusan hukum yang disinyalir tidak wajar di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Kamis (11/6) dan akan melaporkan sejumlah hakim PN Surakarta ke Bawas MA dan KY. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Tiga hakim Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, berinisial HM, NH dan JH yang menyidangkan kasus kejahatan perbankan dengan terdakwa tiga pimpinan Bank UOB bakal dilaporkan ke Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial (KY).

Ketiganya akan dilaporkan ke MA dan KY oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) karena memutuskan penangguhan penahanan bagi terdakwa yakni Vincensius Hendry, Meliawati dan Natalia Go dari Rutan Polresta Surakarta menjadi tahanan kota.

Hakim mengabulkan penangguhan penahanan bagi tiga terdakwa atas permohonan dari keluarga terdakwa salah satu alasannya karena pandemi covid-19 alias takut terinfeksi virus corona saat menjalani penahanan di Polresta Surakarta.

Ketiga terdakwa yang punya jabatan sebagai Area Officer Manager (AOM) dan Front Officer Manager (FOM) di Bank UOB, awalnya ditahan polisi dan jaksa penuntut umum (JPU). Namun begitu perkaranya disidangkan di PN Surakarta, oleh majelis hakim yang diketuai HM ditangguhkan penahanannya dari rutan Polresta menjadi tahanan kota.

”Kami akan melaporkan hakim yang menyidangkan perkara kejahatan perbankan tersebut ke Bawas MA dan KY. Tujuannya penangguhan penahanan tiga terdakwa patut diawasi dan diaudit. Ada apa kok hakim mengabulkan penangguhan penahanan. Sebab sebagai kebiasaan jika polisi, jaksa melakukan penahanan, hakim biasanya juga menahan dengan pertimbangan agar persidangan berlangsung lancar. Kalau terdakwa menjalani tahanan kota lalu melarikan diri saat dipanggil dalam sidang, siapa yang akan bertanggung jawab,” tegas Boyamin Saiman sebagai Koordinator MAKI dengan nada tanya saat ditemui di PN Surakarta, Kamis (11/6) siang.

Lebih lanjut Boyamin mengatakan, MAKI selain melaporkan tiga hakim yang menyidangkan tiga pejabat Bank UOB tersebu, juga akan melaporkan lima hakim PN Surakarta yang diperiksa hakim pengawas Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah ke Bawas MA dan KY.

”Lima hakim, dua diantaranya berinisial HM dan NH yang diperiksa hakim pengawas PT Jawa Tengah yang menyidangkan gugatan perdata biasa dalam amar putusan memutuskan perkara dugaan tindak pidana penggelapan, perbuatan curang, pemalsuan surat dan atau pencucian uang perkara lain yang ditangani Direktorat Reserse Umum (Direskrimum) Polda Jateng untuk dihentikan penyidikannya,” terang Boyamin.

Pejabat Humas PN Surakarta, Azharyadi SH MH membenarkan beberapa hakim PN Surakarta telah menjalani pemeriksaan majelis pengawas di PT Jawa Tengah. ”Tiga hakim pada hari Kamis (11/6) dipanggil di PT Jawa Tengah untuk menjalani pemeriksaan. Tentang masalah apa dan kenapa beberapa hakim Pengadilan di Solo diperiksa majelis pengawas PT, saya tidak mengetahui persis. Hasil pemeriksaan seperti apa, tentunya menunggu hasil putusan dari majelis pengawas PT Jawa Tengah,” tandas pejabat humas tersebut yang sudah lima tahun menjadi hakim di PN Surakarta.

Adapun berdasar pemberitaan di media, satu hakim dan panitera telah menjalani pemeriksaan sebelum hari Kamis kemarin. Untuk lebih jelasnya kenapa sejumlah hakim Pengadilan Solo diperiksa dan mengenai apa, lanjut Azharyadi, bisa ditanyakan kepada Humas PT Jawa Tengah.

”Karena kemungkinan ada pihak yang sedang berperkara namun tidak dapat menerima proses hukum yang sedang dihadapi laporannya ke Badan Pengawas (Bawas) PT Jawa Tengah. Jadi laporannya tidak disini (PN Surakarta), jadi saya juga tidak tahu duduk perkara yang dilaporkan ke Bawas PT Jawa Tengah,” urainya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan