Bakul Pisang Bangkrut, Gelapkan 17 Motor

0
BARANG BUKTI- 17 Motor yang digelapkan bakul pisang diamankan petugas di Polsek Pasar Kliwon, Rabu (17/6). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Tak punya uang di masa Pandemi Covid-19 sekarang ini, Sukarti (55), terpaksa menggelapkan sepeda motor. Tidak tanggung-tanggung, janda satu anak yang tinggal di Kampung Dawung Kulon RT 01 RW 10, Serengan itu menggelapkan motor hingga berjumlah 17 unit.

Alasannya, karena tidak punya uang untuk mencukupi hidup. ”Terdesak kebutuhan ekonomi mas,” kata Sukarti saat berbincang dengan awak media di Polsek Pasar Kliwon, Rabu (17/6) siang.

Perempuan setengah baya itu menggelapkan belasan motor hanya dalam waktu empat bulan terakhir sebelum ditangkap petugas kepolisian. Awalnya Sukarti menggelapkan motor Honda Beat AD-2008-S milik temannya. Lantaran aksinya itu tidak ketahuan sejak dini, dia jadi ketagihan.

“Awalnya cuma motor teman saja. Lalu berlanjut dengan mengincar motor rentalan. Motor yang dirental juga punya teman saya, jadi dia percaya dan tidak menggunakan jaminan,” kata Sukarti.

Setelah motor pinjaman ditangan, Sukarti langsung menggadaikan ke sejumlah tempat. Setiap motor digadaikan seharga Rp 500.000 hingga Rp 7 juta. Secara keseluruhan dari 17 motor yang digadai, perempuan yang tinggal di Dawung Kulon itu mendapat untung hingga Rp 60 juta.

“Begitu memperoleh keuntungan, uangnya habis untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk membayar hutang,” kata Sukarti dalam pengakuannya.

Sukarti mengaku terpaksa melakukan itu karena usahanya berjualan pisang tak jauh dari rumahnya bangkrut alias tidak banyak yang membeli saat terjadi pandemi covid-19 terjadi di Kota Solo.

Dia terpaksa mencari pinjaman untuk menutup kerugian. Hutang yang semakin menumpuk dan kebutuhan pokok yang semakin sulit didapat karena tidak punya uang membuatnya gelap mata.

Terkait kasus ini, Kapolsek Pasar Kliwon, Iptu Adis Gani Garta mengatakan, awal mula terungkapnya kasus penggelapan 17 motor ini hasil pengembangan penyelidikan setelah ada korban yang melapor.

“Selain menangkap tersangka di tempat tinggalnya, kami juga mengamankan 17 motor yang digadaikan tersangka di sejumlah tempat,” terang Kapolsek.

Akibat tindak pidana penipuan dan penggelapan belasan motor tersebut, lanjut Iptu Adis Gani, tersangka dijerat sesuai Pasal 372 dan 378 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan