70 Kepala OPD Boyolali Ikuti Rapid Test

0
rapid-test-opd-boyolali
SAMPEL: Petugas mengambil sampel darah dari salah satu pejabat yang mengikuti rapid tes. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 70 kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Boyolali mengikuti rapid test Covid-19. Kegiatan itu bertujuan untuk mendeteksi persebaran Covid-19 di Kota Susu.

“Ini sebagai antisipasi mengingat bahwa para Camat dan Kepala OPD merupakan pejabat publik yang banyak beriteraksi dengan masyarakat umum. Jadi perlu dilakukan pemeriksaan skrining,” ujar Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina.   

Dengan pemeriksaan rapid test ini diharapkan dapat terseleksi siapa yang sudah terinfeksi dan siapa yang belum. Sehingga dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik tidak akan menjadi sumber penularan di masyarakat.

Baca : Pengemudi Maxim Jalani Rapid Test Lagi, Kini Giliran di Surakarta

“Sekaligus ini untuk melakukan kontrol untuk pejabat publik supaya berhati- hati di sekitar kita banyak OPD yang ada potensi menular pada kelompok resiko.”   

Sementara itu, kabar baik datang dari Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Boyolali. Satu orang pasien Covid-19 berhasil sembuh setelah hampir satu bulan menjalani karantina dan perawatan di rumah sakit tersebut.  

Pasien berinisial Ir asal Nogosari tersebut dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina. Dari hasil pemeriksaan diketahui yang bersangkutan sudah tidak terinfeksi corona.

“Berita gembira itu diketahui setelah dilakukan dua kali pemeriksaan swab dengan hasil negatif,” lanjut Ratri.

Kendati sudah dinyatakan sembuh, yang bersangkutan masih harus menjalani karantina secara mandiri di rumahnya selama 14 hari. 

Pihaknya juga menghimbau warga tetap waspada dan menjalankan semua protokol kesehatan.

Baca : Jalani Rapid Test, Arina Warga Simo Dinyatakan Negatif : Usai Karantina Mandiri

“Seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan menjaga jarak aman untuk mencegah penyebaran virus corona. Kita harapkan tidak ada lagi warga Boyolali yang terpapar virus corona.”

Ir mengaku lega bisa sembuh dari Covid-19. “Petugas melayani dengan sangat baik, saya mengucapkan terima kasih telah mendapatkan perawatan selama hampir satu bulan, persisnya saya di rawat di RSD ini sejak 19 Mei lalu.” (Joko Murdowo)

baca : Cegah Cluster Baru, PKB Klaten Minta Dilakukan Rapid Test di Pesantren

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan