SD Muhammadiyah 1 Surakarta Siapkan Skenario New Normal

1
sd-muhammadiyah-pk-solo
CEK SUHU:Wali murid diperiksa suhu tubuhnua dan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan saat menerima pembagian rapor di sekolah.(suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com –Kendati Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum memperbolehkan menggelar pembelajaran tatap muka, namun SD Muhammadiyah 1 Surakarta telah menyiapkan skenario rencana pembelajaran tatap muka new normal.

Menggunakan sistem 50 persen Daring 50 persen tatap muka. Penyesuaian jam belajar dibagi menurut hari yaitu Senin-Selasa, Rabu-Jum’at akan bertukar jadwal selama 2 minggu sekali.

“1 Kelas akan menempati 2 ruang kelas, siswa di sekolah kurang lebih 4 jam tanpa istirahat, tidak ada kegiatan ekstrakurikuler kecuali TIK, Tapak Suci Putera Muhammadiyah,”jelas Kepala Sekolah Hj Sri Sayekti melalui wakil kepala bidang Humas, Jatmiko.

Baca : Kelulusan SD Muhammadiyah PK Surakarta Dirangkai dengan Peluncuran Tiga Buku

 Dikemukakan,  hal-hal yang wajib diperhatikan dalam pelaksanaan pembelajaran new normal. Memastikan siswa 14 hari sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka dimulai dalam keadaan sehat, tidak melakukan aktivitas yang rentan menjadi sumber penularan.

Selain itu juga wajib menggunakan masker atau face shield dari/ke selama di sekolah. Siswa yang sakit dilarang memasuki lingkungan sekolah. Menerapkan Physical Distancing 1 -1,5 meter dalam semua aktivitas belajar.

Membawa alat ibadah, alat makan dan minum, tissu sendiri dan tidak membawa uang tunai.Sementara itu, SD mih 1 juga menggelar pembagin rapor dengan cara berbeda dimana diterapkan  protokol Covid-19 secara ketat saat  baik oleh guru maupun orang tua siswa.

Penerimaan raport siswa kelas I –III hari digelar Kamis (18/6) dan kelas V-VI Jum’at, (19/6) di ruang kelas masing-masing.
Menurut Jatmiko semua guru dan wali kelas wajib menggunakan masker, mencuci tangan, tidak berkerumun, dan jaga jarak.

Di tiap kelas sudah ditata berisi 10 kursi dan meja dengan jarak 1 meter, setiap kali masuk 3 orang bergilir.

Baca : Mendikbud Luncurkan Buku Karya Siswa SD Muhammadiyah PK

‘’Orang tua yang mengambil rapor wajib memakai masker dan lolos cek suhu tubuh di gerbang masuk. Bila ada yang pilek, suhu 38°C terpaksa dipulangkan, kami minta mengambil lain waktu. Wali siswa harus cuci tangan dengan sabun sebelum masuk kelas,’’ ujar Jatmiko.

Dikemukakan,  SD tersebut berusaha selalu mematuhi protokol Covid-19. Dikatakan, sebagai wujud ta’awun, bergotong royong, bersama kita bisa melawan pandemi. Data per 10 Juni 2020 versi WHO, Pandemi Covid-19 sudah menyebar di 216 negara.

Baca : Guru SD Muhammadiyah PK ikuti Pembelajaran Berbasis IT

“Kedisiplinan mematuhi protokol ini sangat dibutuhkan untuk menghindarkan sekolah sebagai klaster penyebaran covid-19 yang baru,’’ ujar dia.(Evie Kusnindya) 

Editor : Budi Sarmun

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan