Hadapi Covid-19, 31.000 Ponpes akan Didirikan Pos Siaga

0
pesantren-siaga
DIRIKAN POS SIAGA- Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi didampingi pejabat utama Polda Jateng ditemui Pengasuh Ponpes Al Muayyad, Solo, KH Abdul Rozak Safawi dan lainnya di Ponpes Al Muayyad, Jumat (19/6). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.com- Pandemi covid-19 tidak segera berakhir, membuat Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi berinisiasi mendirikan pos siaga di seluruh Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Hal itu dikemukakan Kapolda disela bersilaturahmi ke Ponpes Al Muayyad Mangkuyudan, Solo, Jumat (19/6).


”Ada sekitar 31.000 pesantren di Jawa Tengah baik yang besar maupun yang kecil, rentan terhadap penyebaran covid-19. Untuk itu, kedepan kita akan buatkan prosedur tetap (protap) untuk secara bersama-sama mengatasi pandemi,” tegasnya.


Dimulai dari pilot project tersebut, Kapolda berkeinginan agar setiap Ponpes juga mendirikan Pos Siaga secara mandiri, tentu saja harus melalui protap yang ada.

Di Ponpes Al Muayyad, lanjut Kapolda, rupanya sudah berjalan dan para santrinya sudah patuh untuk menjalankan protokol kesehatan. Harapan Kapolda, pesantren yang lain melakukan yang sama yakni sebagai garda terdepan dalam penanganan covid-19.

Inovasi Siaga Ponpes yang menjadi program baru ini, karena Kapolda melihat di masing-masing pesantren punya lain cara dalam penangganan covid-19. ”Nah makanya kita akan samakan, kita sosialisasikan dan kita akan menggandeng Pemprov Jateng dalam kesiapsiagaan bersama dalam penanganan covid-19 di ponpes. Jadi tidak ada alasan lagi bagi pesantren tidak tahu menahu tentang protap dalam penanganan pandemi,” tandasnya.

Gagasan mendirikan Pesantren Siaga, lanjut Kapolda, karena semuanya tidak tahu kapan pandemi covid-19 akan berakhir. ”Kita lakukan bersama-sama, dan hal ini tidak akan berjalan sendiri tanpa ada dukungan dari stakeholder lainnya.”

Tentang kesiapsiagaan petugas apabila Pesantren Siaga secara cepat didirikan dan menyebar di seluruh Jawa Tengah, hal itu, kata Jenderal Bintang Dua di Pundak tersebut, sudah disiapkan sebelumnya. Sebab semua Kasat Intelkam di seluruh Polres di Jawa Tengah sudah maping. Ada 4.220 Babin di setiap kelurahan sudah masuk ponpes. ”Nah kita tinggal mengecek data base yang ada di setiap ponpes. Harapannya pendirian Pesantren Siaga, sama halnya pendirian Kampung Siaga Covid-19 yang sudah ribuan jumlahnya tersebar di seluruh wilayah Jawa Tengah,” jelasnya.


Adapun kunjungan Kapolda di Ponpes Al Muayyad ditemui Pengasuh Ponpes, KH Abdul Rozak Safawi, KH Abdul Muid Ahmad (adik dari Abdul Rozak Safawi), Pengasuh Ponpes Al Muayyad Windan, KH Dian Nafi’, HM Aminuddin, HM Faisol dan lainnya.

Kunjungan silaturahmi Kapolda di Al Muayyad juga didampingi Eva Yuliana, anggota Komisi III DPR RI dari Partai Nasdem. Dimana politisi perempuan dari Partai Nasdem tersebut merupakan Alumni Al Muayyad yang menimba ilmu di sekolah Madrasah Aliyah (MA).

Sedang sejumlah Pejabat Utama Polda juga turut hadir yakni Dirreskrimum, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto, Dirreskrimsus, Kombes Pol Budi Haryanto, Dirintelkam, Kombes Pol Yudha Gustwan, Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai dan perwira menengah lainnya beserta rombongan.

Usai bersilaturahmi ke Ponpes Al Muayyad, Kapolda bersama rombongan menuju Ponpes Al Quraniy Az Zayadiy untuk bersilaturahmi dengan Pengasuh Ponpes, KH Abdul Karim yang akrab disapa Gus Karim. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan