Program Jogo Tonggo bagi Warga yang tidak Mampu Masa Pandemi Covid-19

0
paket-bantuan
PAKET BANTUAN: Kades Madu Tri Haryadi (pakai masker) menyerahkan bantuan paket sembako kepada salah satu warganya. (suaramerdekasolo.com/Joko M)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Upaya mengurangi beban masyarakat akibat Covid-19 beragam bantuan digulirkan hingga pelosok. Salahs atunya adalah bantuan paket program Jogo Tonggo bagi warga yang tidak mampu.

Salah satunya diserahkan kepada warga di Dukuh Gatak, Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Jumat (19/6). Senyum cerah terpancar dari wajah Yahman (70) dan Slamet (75). Paket sembako dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu diserahkan langsung oleh Kades Madu, Tri Haryadi.

“Senang sekali, bisa untuk menyuplai kebutuhan dapur,” kata Yahman.

Diakui, sebagai petani merasakan dampak pandemi Covid-19 ini. Harga jual hasil pertanian anjlok. Tak jarang, dia harus merugi karena hasil produksi tak bisa mencukupi biaya produksi. Diapun harus berhemat dengan mengurangi pengeluaran sehari- hari.

“Untuk kebutuhan sehari-hari seadanya, yang penting bisa makan.”

Ungkapan senada disampaikan Slamet. Dia yang sudah mulai pikun tak bisa berbuat banyak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan sehari- hari, dia hanya mengandalkan kerelaan kakaknya, Sulastri (80).

“Bantuan sembako ini sangat bermanfaat.”   

Menurut Kades Tri Haryadi, Desa Madu, mendapatkan 20 paket bantuan Jogo Tonggo dari Gubernur melalui PD BKK Jawa Tengah. Paket bantuan Jogo Tonggo ini diakui cukup membantu warga masyarakat.

Karena dengan bantuan ini bisa menambah jumlah bantuan yang didistribusikan kepada masyarakat. Dari 700-an KK di Desa  Madu, 400 diantaranya telah terbantu dari berbagai program bantuan dari pemerintah.

“Termasuk dari Jogo Tonggo ini. Bantuan juga mencakup bantuan alat pelindung diri (APD). Kami bersyukur belum ada warga yang positif Covid-19 di Desa Madu.” (Joko M) 

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan