Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar Napiter Bom Thamrin Jakarta

0
penyerangan-wakapolres-karanganyar
PENGAMANAN KETAT : Anggota Polres Karanganyar bersenjata laras panjang berjaga di pintu masuk mapolres, Senin (22/6), terkait pengamanan ketat yang dilakukan pascainsiden penyerangan oleh orang tak dikenal. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Kasus penyerangan Wakapolres Karanganyar terungkap. Petugas memastikan pelaku penyerangan yang akhirnya tewas bernama Karyono Widodo, warga Madiun, Jawa Timur.

Pelaku teridentifikasi narapidana teroris (napiter) yang diyakini terlibat dalam kasus pengeboman di Thamrin, Jakarta tahun 2016.

Pengungkapan identitas pelaku dikemukakan Dirreskrimum Polda Jareng, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto di RS Bhayangkara Semarang, Senin (22/6).

Perwira menengah berpangkat melati tiga dipundak itu menandaskan kepastian identitas diperoleh dari dari hasil tes DNA dan keterangan keluarga.

“Dari sidik jari, kewenangan DVI, dari DVI dan mengatakan yang bersangkutan bernama Karyono Widodo sesuai dengan DNA dan dikuatkan keterangan pihak keluarga,” tandas Wihastono.

Terkait penyelidikan berikutnya, lanjut Wihastono, saat ini dilakukan oleh Densus 88 Antiteror untuk mengetahui apakah pelaku bergerak sendiri atau tidak.
“Masih lidik pihak densus apakah pelaku bergerak sendiri atau berkelompok,” tegasnya.

Pihak keluarga dari Madiun sudah dipanggil dan datang ke RS Bhayangkara yaitu adik pelaku, Rohman Budi Santoso. Rohman mengatakan DNA diambil dari ibu, kemudian ia datang untuk serah terima jenazah dan menyerahkan pemakaman kepada kepolisian.

“Kita semua ikhlas serahkan di semarang,” kata Rohman.

Terkait kakaknya itu, Rohman membenarkan bahwa Karyono sebelumnya menjalani hukuman di Mako Brimob dan keluar dari penjara tahun 2019.

Rohman menegaskan kakaknya memang tertutup dan dia juga tidak mengetahui apakah kasus sebelumnya terkait dengan peristiwa Bom Thamrin.

“Keluar dari penjara tahun 2019. Ditahan di Mako Brimob. Dia orangnya tertutup,” jelasnya.

Ditambahkan Dirreskrimum, Wihastono Yoga Pranoto, pihak keluarga menyerahkan mandat agar pelaku bernama Karyono Widodo tersebut dimakamkan oleh pihak kepolisian.

“Kami mendapatkan mandat dari pihak keluarga, saudara Karyono untuk masalah pemakaman diserahkan kepada Kepolisian dalam hal ini Polda Jawa Tengah. Ada pertimbangan antara lain informasi dari Dir Intel Jawa Timur bahwa ada penolakan dari sana,” kata Wihastono.

Rencananya jenazah akan dimakamkan di pemakaman di Kedungmundu Semarang.

“Jenazah kita usahakan dimakamkan secara layak di pemakaman Kedungmundu,” terangnya.

Sementara itu dari pihak keluarga yang datang ke Semarang adalah adik pelaku bernama Rohman Budi Santoso. Rohman mengatakan keluarga sudah ikhlas dan menyerahkan kepada kepolisian.

“Semia ikhlas dan sepakat pemakaman di sini,” jelasnya.

Rohman menjelaskan, kakaknya berasal dari daerah Manisrejo di Madiun, Jawa Timur. Namun orangnya tertutup dan sempat pulang kembali ke Manisrejo sebentar setelah keluar dari penjara tahun 2019. Tidak lama kemudian akhirnya pergi lagi.

“Dia itu terlalu tertutup. Terakhir saya ketemu dia saat Karyono diserahkan petugas kepada keluarga pada 2019,” papar Rohman.

Saat ini jenazah masih berada di RS Bhayangkara. Pemakaman masih menunggu kesiapan dari lokasi makam.

Untuk diketahui, peristiwa penyerangan terjadi di pintu jalur pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar Minggu (21/6) siang. Pelaku tewas kehabisan darah usai ditembak tiga kali di bagian kaki. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan