Penyelidikan Diperdalam, Penjagaan Mapolres Karanganyar Diperketat

0
penyerangan-wakapolres-karanganyar
PENGAMANAN KETAT : Satu unit kendaraan taktis disiagakan di Mapolres Karanganyar, Senin (22/6), terkait pengamanan ketat yang dilakukan pascainsiden penyerangan oleh orang tak dikenal. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

*Kasus Penyerangan Terhadap Wakapolres Karanganyar

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Polisi masih mendalami penyelidikan terhadap kasus penyerangan terhadap Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni dan dua orang lainnya, saat kegiatan susur Gunung Lawu di pos pendakian Cemoro Kandang, Tawangmangu, Minggu (21/6) lalu.

Sementara itu, penjagaan di Mapolres Karanganyar diperketat, pascaterjadinya insiden tersebut. Detasemen Gegana dari Satuan Brimob Polda Jateng mem-back up pengamanan mapolres, sesuai perintah dari Kapolda Jateng.

Kapolres Karanganyar AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan, penyelidikan dilakukan secara maraton oleh gabungan Densus 88, Tim Jatanras Polda Jateng dan Satreskrim Polres Karanganyar.

“Sudah dilakukan olah TKP dan dirapatkan. Tapi kami belum memperoleh hasilnya, karena masih penyelidikan tertutup. Masih ditelusuri, siapa pelakunya, dari mana, apakah direncanakan, dan sebagainya. Sudah ada titik terang, tapi perlu matching data lebih lanjut,” katanya, Senin (22/6).

Sejumlah barang bukti diamankan, untuk keperluan penyelidikan. Selain sabit yang digunakan pelaku untuk menyerang korban, juga ada baju, celana, alat mandi, alat makan, buku catatan kecil dan sebuah pisau.

“Masih ditelusuri juga, pelaku datang ke Cemoro Kandang naik kendaraan apa, sendiri atau ada temannya, dan sebagainya. Delapan saksi sudah diperiksa dalam proses penyelidikan,” tuturnya.

Kapolres mengatakan, pascainsiden tersebut, seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan. Selain pengamanan markas diperketat, anggota juga dibekali alat pelindung diri, alat pengamanan khusus, senjata dan rompi saat melaksanakan tugas.

“Untuk kondisi ketiga korban, Alhamdulillah, sudah membaik. Dokter memperbolehkan ketiganya melakukan rawat jalan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni diserang orang tak dikenal (OTK) saat memimpin kegiatan susur gunung di jalur pendakian Gunung Lawu di kawasan Cemoro Kandang, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Minggu (21/6).

Tangan kirinya terluka terkena senjata tajam, saat berupaya menangkis serangan. Korban lainnya adalah Bripka Hanif Ariyono, driver Wakapolres, yang mengalami luka sobek di leher kanan dan punggung, serta relawan Jarot Broto Sarwono, warga Mojosongo, Solo, yang mengalami luka sobek di lengan kanan dan punggung.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengapresiasi tindakan cepat polisi, yang melumpuhkan pelaku penyerangan dengan tindakan terukur. “Kalau tidak dilumpuhkan, berisiko terhadap keselamatan orang lain. Lebih berisiko,” tandasnya.

Dia menyebut pelaku adalah orang yang sudah diracuni dengan paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama.

“Ini orang stres, yang tidak mampu mencari solusi, sehingga bertindak brutal. Merasa tindakannya benar, tapi justru mengancam keselamatan banyak pihak,” tuturnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan