Jangan Abai, TBC dan DBD Lebih Mematikan Dibanding Covid-19

*Angka Kematian Akibat TBC Capai 60 Persen

JAKARTA,suaramerdeksolo.com – Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta masyarakat tak hanya fokus memerangi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda negeri ini.

Berbagai penyakit lama, seperti jantung, diabetes, Tuberkolosis (TBC), Demam Berdarah Dengue (DBD), HIV/AIDS juga menjadi penyebab kematian yang tinggi.

”Sangatlah berbahaya jika di tengah pandemi Covid-19 ini, kita abai terhadap wabah penyakit lama yang mengakibatkan banyak kematian tersebut,” kata Rahmad Handoyo kepada wartawan, di Jakarta, Minggu (28/6).

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan pandemi Covid-19 memang harus diwaspadai tapi, masyarakat tak boleh abai terhadap penyakit lama yang nyata-nyata lebih mematikan dibanding Covid-19.

”Masih banyak wabah penyakit yang lebih berbahaya dibanding Covid-19. Masyarakat tak boleh lengah dan patuhi himbauan pemerintah. Jika masyarakat lebih peduli terhadap kesehatan, angka kematian akibat penyakit akan berkurang,” ujar dia.

Dia mencontohkan DBD yang nyaris setiap tahun meningkat, termasuk kematian yang ditimbulkan padahal sebenarnya dapat dicegah. Pencegahan DBD tidak terlalu sulit. Cukup dengan melakukan bersih-bersih sarang nyamuk di lingkungan masing-masing. Bila itu pun tidak dilakukan, penyakit bisa datang.

Sementara itu, data Kemenkes di Indonesia hingga Juni 2020 penderita TBC mencapai 845 ribu kasus dengan angka kematian mencapai 98 ribu jiwa. Sedangkan data dari TBIndonesia.or.id, pada 2018 ada 845 ribu kasus TBC dan 93 ribu meninggal.

”Artinya dari tahun ke tahun jumlah penderita TBC serta angka kematian masih tinggi. Tingkat kematian akibat TBC mencapai 60 persen. Sementara tingkat kematian akibat Virus corona hanya berkisar 3-5 persen,” tegas Rahmaf Handoyo.

Tak jauh berbeda dengan TBC, wabah DBD juga masih tetap jadi momok yang menakutkan. Data dari Kemenkes, hingga Juni 2020 ada 68 ribu kasus DBD di Indonesia. Saat ini, ditemukan antara 100-500 kasus perhari. Kasus DBD terus meningkat jumlahnya dari tahun ke tahun. Angka kematian jauh lebih tinggi dibandingkan virus corona.

Data menunjukkan, ada 10 jenis penyakit yang menjadi penyebab kematian yang angkanya jauh di atas angka kematian akibat Covid-19.

Dari 1,7 juta kasus kematian di Indonesia pada tahun 2017 silam, peringkat pertama disebabkan penyakit jantung/kardiovaskular (598 ribu pada tahun 2017), diikuti kanker, penyakit pencernaan, diabetaes, penyakit pernafasan, tuberkolosis (TBC), diare, dan lain-lain.

Belum lagi kematian akibat kelahiran, malaria, malnutrisi, HIV/AIDS, hepatistis, demam berdarah dan sebagainya, yang masing-masing sudah melebihi 5.000. Jauh di atas angka kematian akibat Covid-19, saat ini ada 1.959 kasus kematian. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan