Pandemi Corona, 5.103 Ibu Hamil di Wonogiri, Ini Penyebabnya

hamil-positif-covid-19-wonogiri
MENDATA AKSEPTOR : Para petugas mendata akseptor saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 di Puskesmas Girimarto, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Senin (29/6). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Selama pandemi virus corona (Covid-19), jumlah ibu yang hamil di Kabupaten Wonogiri mengalami lonjakan. Dari 27 Februari sampai akhir April lalu menunjukkan, jumlah ibu hamil di kabupaten tersebut mencapai 5.103 orang.

Wakil Bupati Wonogiri Edy Santosa mengungkapkan, lonjakan jumlah ibu hamil itu merupakan fenomena menarik di tengah pandemi.

“Gara-gara pandemi, tidak pernah ke luar rumah, malah seser sing duwe gawe (malah rajin punya hajatan). Diminta jaga jarak, malah tidak jaga jarak. Selama tiga bulan terakhir sudah ada 5.103 ibu hamil,” katanya saat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27 di Puskesmas Girimarto, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Senin (29/6).

Oleh karenanya, dia mengingatkan agar pandemi tersebut jangan dijadikan alasan untuk abai terhadap komitmen membangun keluarga berencana menuju keluarga tangguh dan sejahtera.

Menurutnya, keluarga berencana dapat membantu pemerintah dalam memerangi kemiskinan. Pasangan yang sadar akan pentingnya program KB berarti telah berinvestasi jangka panjang. Hasilnya akan mereka rasakan beberapa dekade mendatang.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKB & P3A) Wonogiri Setyarini mengatakan, terjadi peningkatan tajam jumlah ibu hamil selama pandemi Covid-19. “Rata-rata peningkatannya mencapai 100 orang per bulan. Sehingga selama tiga bulan sudah lebih dari 5.000 ibu yang hamil,” katanya.

Peringatan Harganas ke-29 itu menjadi momentum untuk mencegah adanya babyboom (lonjakan jumlah bayi yang lahir) pascapandemi Covid-19.

Faktor penyebab tingginya jumlah ibu hamil antara lain karena para akseptor takut mendatangi pelayanan KB. “Mereka takut terkena apa-apa. Karena itu, dalam kesempatan ini kami mempromosikan pelayanan KB tetap berjalan supaya tidak terjadi ledakan penduduk,” terangnya.

Pihaknya ingin memastikan keberlangsungan pemakaian kontrasepsi terutama di masa pandemi Covid-19. Adapun target untuk Kabupaten Wonogiri yakni 1.628 akseptor. Terdiri atas 117 akseptor IUD/implant, 279 akseptor suntik, dan 1.178 akseptor pil dan kondom. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan