Ratusan Gram SS Dimusnahkan, Kota Solo Darurat Penyalahgunaan Narkoba

pemusnahan-barang-bukti-kejari-surakarta
BARANG BUKTI- Barang bukti hasil tindak kejahatan narkoba dan perkara pidana lain yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap dimusnahkan di halaman Kantor Kejari Surakarta, Senin (29/6). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Ratusan berbagai jenis berupa barang-bukti (BB) hasil kejahatan dalam perkara tindak pidana murni maupun kejahatan narkoba yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap untuk dimusnahkan. 

Sebanyak 233,586 11 gram sabu-sabu (SS), ganja sebanyak 26,833 gram, Pil ekstasi sebanyak 2,649 gram, kemudian 17 timbangan digital, alat hisap atau bong yang digunakan untuk menghisap SS dimusnahkan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarata, Senin (29/6).

Begitu banyak BB narkoba yang dimusnahkan tersebut, Kota Solo tergolong sebagai wilayah darurat narkoba. Hal itu tidak dibantah Kajari Surakarta, Nanang Gunaryanto SH MH disela pemusnahan BB di halaman Kantor Kejari.

Kota Solo bisa dikatakan darurat narkoba, lanjut Kajari, karena kasus narkoba yang inkrah selama satu tahun terakhir mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. 

Ratusan gram sabu, ganja, pil ekstasi, hingga tembakau gorilla dimusnahkan dengam cara dimasukkan ke dalam cairan beralkohol. Handphone milik para terpidana juga dimusnahkan dengan cara diremuk dengan mesin perata tanah. Sedangkan barang bukti dalam perkara tindak pidana lainnya dibakar di dalam tong.

Perkara narkoba di tahun ini meningkat karena perkara di tahun sebelumnya jumlah perkara yang inkrah ada 19 kasus dan 115 gram narkotika jenis sabu sebagai BB dimusnahkan.

”Adapun tahun ini kasus yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap sebanyak 118 kasus, dan jumlah BB sabu yang dimusnahkan sebanyak 233,586 11 gram,” terang Kajari.

Dari sekian kasus yang terungkap, kasus narkoba di Kota Solo, kata Kajari, yang paling menonjol, terhitung dalam satu tahun terakhir yakni mulai Juni 2019 hingga April 2020.

”Untuk itu, seluruh jajaran penegak hukum maupun pemerintah Kota Surakarta sudah sepakat dan berkomitmen untuk memerangi narkoba.

Sebab berbagai jenis narkoba tidak hanya merugikan kondisi fisik tetapi juga kondisi mental, terutama generasi muda yang berdampak. Sehingga perlu adanya penanganan bersama termasuk masyarakat dan serius untuk memeranginya,” terang Kajari Solo yang belum lama menjabat tersebut. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan