Beranda BERITA NASIONAL Pandemi Munculkan Potensi Bisnis Baru

Pandemi Munculkan Potensi Bisnis Baru

seminar-zoom-ruu-cipta-karya-pwi-solo
FOTO/Dok

*Diskusi Media Jateng tentang “RUU Cipta Kerja

SOLO suaramerdekasolo – Pada era pandemi, gaya hidup baru yang muncul saat era tersebut memunculkan potensi bisnis baru yang bisa dikembangkan untuk membangkitkan ekonomi.

Hal itu dikemukakan pakar ekonomi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Dr Anton Agus Setyawan SE MSi dalam Diskusi Media Jateng, bertema “RUU Cipta Kerja, peluang membangkitkan Ekonomi Pasca Pandemi yang dilakukan melalui aplikasi zoom meeting”.

Menurut Prof Anton, berdasar riset terdapat sejumlah perubahan perilaku masyarakat di era pandemi. Yang pertama munculnya gaya hidup stay at home, kembali pada kebutuhan dasar, semakin banyaknya layanan virtual untuk gaya hidup dan masyarakat lebih berempati serta lebih religius.

Dengan kondisi tersebut, lanjut Prof Anton, muncul potensi bisnis baru yang menggabungkan layanan bisnis konvensional dengan kemajuan teknologi.

Ia mencontohkan tumbuhnya potensi industri herbal dan kesehatan yang cukup pesat. Selain itu juga munculnya bisnis layanan direct customer yang menyasar langsung pada konsumen.

Peluang lainnya juga bisa munculnya konsultasi virtual serta kebutuhan spiritual yang disajikan dengan kemutakhiran teknologi informasi.

“Dengan adanya perubahan perilaku dan gaya hidup baru tersebut memicu pergeseran lanskap bisnis yang ke depannya juga membuat kebutuhan tenaga kerja mengalami pergeseran, ” kata Prof Anton.

Lebih lanjut Prof Agus mengemukakan, tanpa adanya Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja, kebutuhan industri akan tenaga kerja sudah mengalami pergeseran.

Sebab industri era sekarang sudah banyak meninggalkan sistem padat karya atau industri yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan lebih fokus pada sistem padat modal yang tidak membutuhkan banyak tenaga kerja.

Seiring perubahan lanskap bisnis, lanjut Prof Anton, tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri mengalami perubahan dari yang semula spesialisasi menjadi SDM yang multitasking.

Multitasking tersebut meliputi kompetensi teknis sesuak bidangnya, memahami situasi bisnis, menguasai teknologi informasi dan bahasa asing dan sifat ketenagakerjaan lebih bersifat mandiri dan profesional. Dengan kondisi itu, tenaga kerja kontrak profesional menjadi hal biasa.

Dengan adanya berbagai hal tersbebut, Prof Anton optimistis jika kondiai erekonomian di Indonesia pascapandemik akan kembali menggeliat dengan sejumlah catatan.

Yang pertama adalah adanya reorientasi membangun industri yang lebih mandiri, memperkuat sektor primer swperti halnya pertanian, perikanan dan peetambangan, serta adanya stimulus ekonomi pada sektor sektor ekonomi unggulan. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

 

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Pesan