1 Tahun Laka di Fly Over, Para Seniman Gelar Ruwatan

0
laka-flyover
RUWATAN- Mengingat kecelakaan di fly over Manahan yang terjadi setahun lalu, para seniman dan keluarga korban menggelar ruwatan di bawah fly over Manahan, Rabu (1/7). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Kasus tabrak lari yang menewaskan pengguna jalan di fly over, Manahan, Retnoning Tri (54) warga Slembaran, Serangan, setahun lalu, belum terungkap pelakunya.

Nah untuk mengingatkan peristiwa yang mengenaskan tersebut, sekelompok seniman punya hajat yang sedikit ”nyleneh” yakni melakukan ruwatan di lorong bawah fly over, Rabu (1/7). Marthen Jelipele, suami Retnoning Tri, turut berpartisipasi dalam acara tersebut.

Tujuan digelarnya ruwatan, para peserta berdoa agar pelaku tabrak lari dapat segera terungkap, ditangkap dan diadili.

Ruwatan dipimpin oleh Ki Lawu dan Ki Endro Carito yang diikuti oleh keluarga korban serta para penasihat hukum keluarga korban.

Mereka duduk bersila di samping perlintasan kereta api atau di bawah lokasi saat korban mengendarai motor tertabrak mobil yang diyakini Yaris warna putih hingga tewas di lokasi kejadian.

Rangkaian ruwatan berlangsung sekitar 45 menit. Mereka menyanyikan sebuah langgam dalam bahasa Jawa lalu berkeliling di lokasi ruwatan dengan membawa sebuah wayang. Acara ruwatan juga diselingi tabur bunga mawar.

Perwakilan penasihat hukum keluarga korban, Arif Sahudi SH MH, mengatakan ruwatan itu merupakan kegiatan budaya agar menjadi motivasi masyarakat untuk bersama-sama mendoakan pelaku tabrak lari.

”Perbuatan pelaku tabrak lari telah menimbulkan korban jiwa, kalau pelaku sadar dan tidak ingin selalu dibayang-bayangi rasa bersalah, semoga dapat hadir di tengah keluarga korban untuk meminta maaf,” terang pengacara yang tergabung di Kartika Law Firm tersebut.

Ditambahkan Arif Sahudi, dalam ruwatan juga sebagai cara agar para keluarga korban tabrak lari tetap kuat menghadapinya. Semoga dengan cara ini, pelaku tabrak lari segera terungkap, siapapun pelakunya.

Sementara itu, Marthen Jelipele mengatakan peristiwa yang dialami istrinya sudah satu tahun lamanya, namun keluarga hanya memperoleh keterangan bahwa rekaman kamera CCTV terkait kasus tabrak lari di flyover Manahan tidak jelas, sehingga sulit untuk mengidentifikasi plat nomor mobil yang menabrak istrinya hingga meninggal dunia. Harapannya, pelaku segera ditemukan untuk segera diadili sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Adapun Kasatlantas Polresta Surakarta, Kompol Afrian Satya Permadi mengatan, kasus kecelakaan tersebut menjadi salah satu prioritas untuk penyelidikan lebih lanjut karena sudah menjadi perhatian masyarakat luas.

Menurutnya, anggota kepolisian telah melakukan serangkaian penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan mengecek rekaman CCTV yang terpasang di beberapa titik. Mulai dari Kota Barat, Overpass Manahan, depan Mapolresta Surakarta hingga Gapuro Mahkutoromo. Namun upaya tersebut belum juga membuahkan petunjuk baru. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan