Civitas Akademika Uniba Surakarta Kembali Gelar Demo Lanjutan

demo-uniba-solo1
DEMO: Civitas akademika Uniba Surakarta menggelar aksi lanjutan di kampus setempat. Mereka mendesak pihak Yayasan menanggapi aksi mereka.(suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Civitas akademika Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta kembali menggelar aksi lanjutan yang memprotes Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib).

Menurut korlap aksi, Dr Amir Junaedi, aksi yang kesekian kali tersebut mereka gelar lantaran setelah beberapa kali massa yang terdiri dari mahasiswa, dosen dan karyawan tersebut tidak ditanggapi oleh yayasan

“Pada aksi damai jilid ketiga ini kami meminta pihak yayasan segera merespons tuntutan kami, ” kata Amir Junaedi.

Seperti diketahui, civitas akademika Uniba menggelar aksi damai yang menyoal Yapertib yang dinilai terlalu mengintervensi penyelenggaraan kegiatan pendidikan di kampus. Mereka menuntut pengelolaan kampus dikembalikan sesuai dengan ketentua Permenristek No 16/2008.

Aksi pertama mereka gelar beberaa waktu lalu, lalu kali kedua mereka gelar Selasa (30/6) lalu. Pada aksi kedua tersebut Rektor Dr Pramono Hadi menyatakan mendukung aksi civitas akademika dan menyatakan mundur sebagai Rektor lantaran merasa gagal menjalankan amanah.

Pada akwi yang digelar Kamis (2/7) pagi hingga siang, peserta aksi memasang berbagai spanduk di bagian depan kampus. Bahkan do pintu gerbang, mereka memasang tulisan “Kampus Ini Disegel oleh Mahasiswa”.

Mereka mendesak agar pengurus Yayasan maupun dewan pembina yang telah diundang untuk memberikan penjelasan di hadapan peserta aksi. Hingga beberapa waktu, pihak yayasan belum kunjung hadir.

Para mahasiswa kemudian membakar ban di halaman kampus sambil terus menggelar orasi.
Sekitar pukul 10.00 WIB Ketua Yapertib Syahrial Amri hadir ke kampus. Ia bersedia menemui peserta aksi, yang langsung disambut antusias.

Dalam kesempatan itu, Amri menyampaikan jika pihaknya siap menampung aspirasi dan tuntutan peserta aksi damai tersebut. Ia juga menyampaikan jika pihak Yayasan dan dewan pembina sudah diundang ke Mapolsek Laweyan.

Dalam keaempatan itu, lanjut Amri, pihak Polsek Laweyan menyatakan bersedia memfasilitasi perwakilan peserta aksi dengan yayasan dan dewan pembina untuk mencapai titik temu.

“Itu saja yang bisa saya sampaikan. Jika ada ketidakpuasan semua pihak, saya minta maaf, ” lalu menutup penjelasannya. Amri tidak bersedia menjawab tuntutan peserta demo dan memilih masuk ke ruangan pimpinan Uniba. Hal itu sempat membuat gelombang aksi memanas.

Beberapa perwakilan peserta aksi kemudian masuk dan melakukan negosiasi dengan Ketua Yapertib untuk menenangkan massa.

demo-uniba-solo2
PENJELASAN: Ketua Yapertib Syahrial Amri (berbatik merah naik di mobil) memberikan penjelasan singkat pada peserta aksi. (suaramerdeksolo.com/Evie Kusnindya)

Setelah didesak oleh peserta yang mulai merangsek mendekat ke kantor pimpinan, Amri kemudian kembali keluar. Ia menegaskan jika pihaknya siap melakukan apapun demi kebaikan kampus Uniba dan Yapertib.

“Pak Amri sudah menyatakan siap melakukan appun demi kebaikan, termasuk siap untuk maju terus maupun mundur. Kami akan memegang janjinya, ” kata Amir. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan