Fakultas Nyatakan Siap, Rektor UNS Cek Kesiapan Protokol Normal Baru

uns-laksanakan-new-normal
NEW NORMAL : Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho didampingi Dekan FISIP Prof Dr Ismi Mnegecek kesiapan normal baru di FISIP UNS. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah fakultas di Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menyatakan kesiapannya menghadapi normal baru, salah satunya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Rektor UNS Prof Jamal Wiwoho, mengecek kesiapan protokol normal baru di gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS, Jumat (3/7) pagi.

Kunjungan Prof Jamal ke Gedung FISIP UNS dilakukan usai bersepeda mengelilingi kampus Kentingan dalam rangka membuka Hari Tanpa Emisi UNS yang jatuh setiap hari Jumat di awal bulan.

Dalam sambutannya di hadapan jajaran Rektorat, Dekanat, Kepala Unit/ Biro, dan Kepala Deputi Humas UNS, Prof. Jamal mengapresiasi langkah FISIP yang telah menyiapkan protokol normal baru dengan cepat dan baik.

“Terima kasih kepada Dekan FISIP yang telah menyambut kami di sini. Dan, saya mengapresiasi pada saat ini FISIP telah menerapkan protokol kesehatan normal baru. Terbukti sebelum masuk harus cuci tangan dan satu per satu di cek oleh Prof. Ismi sudah bener atau belum cuci tangannya,” ujar Prof Jamal sambil berkelakar.

Menyambut era normal baru, FISIP UNS sudah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung untuk menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. Dalam pantauan di sejumlah sudut ruangan dan pilar sudah terpasang tempat cuci tangan otomatis.

Nantinya, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang beraktivitas di dalam Gedung FISIP UNS tidak perlu memutar/ menekan keran saat mencuci tangan, karena di tempat cuci tangan tersebut telah dibekali sensor yang dapat mengeluarkan air secara otomatis. Selain itu, fasilitas berupa sabun, tisu, dan tempat sampah juga ditempatkan di dekat tempat mesin cuci.

Ditemui secara terpisah, Kepala Sub Bagian Akademik FISIP UNS, Asri, mengatakan kapasitas ruang kelas sudah dikurangi sebanyak 50%. Yang semula dapat diisi 40 mahasiswa, kini ruang kelas sudah diberi jarak antarmeja dan kursi sehingga kapasitasnya hanya menjadi 20 mahasiswa.

“Di kelas kami kurangi kapasitasnya sebesar 50%. Selain itu, di kantor kami juga sudah melakukan piket. Sejak awal Covid-19, kami masuk 1 kali dalam seminggu tapi sekarang jadi 2 kali dalam seminggu dengan sistem piket,” jelas Asri.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan