Pasien Covid-19 Sembuh, Kabupaten Sragen Menuju Zona Hijau

sragen-berstatus-hijau-pandemi-covid-19
BANTUAN WASTAFEL PORTABEL: Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menerima bantuan 12 wastafel portabel dari PLN yang diserahkan Manager UP3 Surakarta Ari Prasetyo Nugroho, Kamis (2/7) lalu. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Dengan jumlah rasio transmisi lokal penderita Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) yang makin menurun dan pasien yang sembuh, Kabupaten Sragen bersiap menuju zona hijau.

Indikasi lainnya adalah jumlah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), tidak bertambah dalam kurun waktu tertentu.
“Saat ini Sragen masih zona kuning tetapi kami menuju zona hijau karena rasio transmisi lokal yang semakin menurun,” kata Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, ketika ditemui kemarin. Dari 50 kasus positif Covid 19, hanya ada delapan yang merupakan transmisi lokal. Saat ini masih tersisa 10 orang yang positif Covid 19 masih dirawat di Technopark dan rumah sakit.
Tujuh orang diantaranya Orang Tanpa Gejala (OTG) serta termasuk satu warga Kota Ternate, Maluku Utara yang dirawat. Mereka semuanya sudah melewati test swab evaluasi pertama dengan hasil negatif. Diharapkan hasil test swab evaluasi kedua bisa negatif lagi sehingga 10 pasien itu bisa dinyatakan sembuh. “Kalau tujuh orang yang masih dirawat nanti hasi test swab kedua negatif, maka Sragen bisa segera masuk zona hijau,” kata Yuni panggilan akrabnya.
Menurut Yuni, meski sudah memasuki new normal atau kenormalan baru, bantuan terkait penanggulangan untuk Pemkab Sragen masih terus berdatangan. Misalnya seperti bantuan masker medis, masker nonmedis sampai wastafel portabel untuk cuci tangan dari berbagai pihak. Seperti pada Kamis (2/7) lalu, Pemkab Sragen mendapatkan bantuan 12 wastafel portabel dari PLN. Bantuan diserahkan Manager UP3 Surakarta Ari Prasetyo Nugroho diserahkan kepada Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati di Sekretariat Daerah (Setda) Sragen.
Bantuan dari PLN itu akan ditempatkan di organisasi perangkat daerah (OPD), yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS), dan Gedung Kartini, juga di pasar atau rumah sakit.
Yuni menyampaikan, Pemkab Sragen juga sudah memperbolehkan warga yang ingin menggelar hajatan. Asalkan saja, mereka harus benar-benar menerapkan protokol kesehatan dan memperhatikan luas tempat yang akan dipergunakan hajatan. Dimana jumlah tamunya tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas tempat. “Meski warga sudah boleh menggelar hajatan, tapi kami tetapm menganjurkan agar lebih baik acaranya ditunda dulu kalau bisa sampai kondisi benar-benar kondusif selesai pandemi,” tegas Yuni.
Ari Prasetyo menyampaikan bantuan itu dari CSR PLN Peduli. Sebelumnya, pihaknya juga memberi bantuan paket sembako lewat Kodim Sragen. Diharapkan bantuan itu bisa bermanfaat dalam rangka penanganan Covid 19 di Kabupaten Sragen. “Mudah-mudahan juga ke depan masih ada bantuan untuk pemerintah daerah yang ada di daerah UP3 Surakarta, karena memang merupakan wujud dari PLN dalam membantu masyarakat serta ketahanan masyarakat dalam menangani pandemi Covid-19,” kata Ari. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan