Wonogiri Alokasikan Rp 11,2 Miliar/Bulan untuk BSP

bantuan-sosial-pangan
MENYERAHKAN BANTUAN : Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri Kurnia Listyarini (dua dari kanan) menyerahkan Bantuan Sosial Pangan (BSP) di balai Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jumat (3/7). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri mengalokasikan dana sekitar Rp 11,2 miliar per bulan untuk menyalurkan Bantuan Sosial Pangan (BSP). Penyaluran BSP itu rencananya dilaksanakan selama tiga bulan ke depan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Wonogiri Kurnia Listyarini mengatakan, setelah tiga bulan ke depan, pihaknya akan melakukan evaluasi. “Kami akan melihat situasi, apakah masyarakat masih membutuhkan BSP. Kalau masih, kemungkinan pembagian BSP akan ditambah tiga bulan lagi,” katanya saat penyerahan BSP di balai Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jumat (3/7).

Adapun jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BSP di Kabupaten Wonogiri sebanyak 54.587 keluarga. Jumlah tersebut kemungkinan dapat berkurang karena ada beberapa penerima yang meninggal dunia tanpa ahli waris, pindah alamat, atau tercatat ganda.

BSP menurutnya bisa dikatakan sebagai bantuan sapu jagat di antara bantuan-bantuan lain Jaring Pengaman Sosial (JPS) untuk mengatasi dampak pandemi virus corona (Covid-19). Masyarakat terdampak yang tidak terdaftar sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan BSP Provinsi dapat diakomodir di BSP Kabupaten.

BSP Kabupaten Wonogiri diberikan dalam bentuk sembako senilai Rp 200.000. Terdiri atas beras, telur, daging ayam, tahu, dan tempe. Bantuan diberikan dalam bentuk sembako agar sesuai fungsinya untuk mencukupi kebutuhan gizi masyarakat selama pandemi Covid-19.

Di sisi lain, pihaknya mengatur jadwal pembagian BST, BLT DD, BSP Provinsi, dan BSP Kabupaten. “BST dan BSP Provinsi jangan sampai gadok (benturan jadwal) karena penyalurnya hanya Kantor Pos. Personel Kantor Pos di setiap kecamatan hanya dua orang dan Kantor Pos juga harus tetap operasional untuk kesehariannya,” katanya.

Karena keterbatasan itu, pihaknya mengatur pembagian bantuan-bantuan tersebut. Jadwal pembagian BST dan BSP Provinsi berbeda karena penyalurnya sama, yakni Kantor Pos. Demikian juga jadwal pembagian BLT DD dan BSP Kabupaten berbeda karena penyalurnya sama, yakni Bank Jateng.(Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan