Ikuti UTBK di UNS Peserta Luar Kota Wajib Bawa Keterangan Rapid Tes

utbk-uns
UTBK: Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho meninjau pelaksanaan UTBK New Normal di kampus UNS Minggu (5/7). (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) asal luar eks karesidenan Solo yang mengikuti ujian di kampus UNS dan tidak membawa surat keterangan hasil rapid tes Covid-19 terpaksa tak diizinkan mengikuti tes.

“Kami tidak ingin UTBK di UNS ini menjadi klaster batu penularan Covid 19. Karenanya kami menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan Gugus Tugas Covid 19 secara ketat. Termasuk peserta tes gelombang I ini dikhususkan untuk daerah Solo Raya agar tidak membuat perpindahan orang. Peserta luar kota diminta membawa hasil tes rapid jika ingin tetap ikut. Ada peserta dari Bekasi yang tadi ikut dan membawa hasil tes rapid kami izinkan. Sementara yang dari Jawa Timur terpaksa diminta untuk mengikuti ujian gelombang II atau gelombang susulam karena tidak membawa hasil tes rapid,” kata Rektor UNS Prof Dr Jamal Wiwoho kepada wartawan seusai memantau pelaksanaan UTBK gelombang I sesi pertama di kampus UNS, Minggu (5/7).

Dikemukakan lebih lanjut, untuk peserta luar daerah yang tak bisa mengikuti ujian di UNS nanti bisa mengikuti gelombang kedua yang akan digelar pada 20-29 Juli mendatang di masing-masing daerah.

“Peserta dari luar eks Karesidenan Surakarta akan secara otomatis diusulkan untuk relokasi oleh Pusat UTBK UNS. Peserta cukup menunggu informasi lebih lanjut dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Peserta tersebut tetap bisa mengikuti UTBK setelah mendapat jadwal baru dari LTMPT untuk gelombang berikutnya,” imbuh Wakil Rektor I UNS Prof Ahmad Yunus.

Prof Jamal mengatakan, UTBK di UNS dilaksanakan di 14 lokasi ujian yang terdiri 44 ruang dengan kapasitas total 620 peserta per sesi atau 1.240 peserta per hari.
Pada UTBK Gelombang I yang digelar pada 5-14 Juli, diikuti oleh 12.395 peserta.

“Pada hari pertama pelaksanaan UTBK, jumlah peserta yang hadir pada Sesi I adalah sebanyak 478 orang (77,1%). Sementara peserta yang tidak hadir sebanyak 142 orang (22.9%). Seluruh peserta yang tidak hadir berasal dari luar eks Karesidenan Surakarta,” paparnya.(Evie K)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan