Sidang Tuntutan Kasus Bank UOB Ditunda, Jaksa Minta Petunjuk Pimpinan

sidang-bank-oub
TUNTUTAN-Sidang kasus dugaan kejahatan perbankan di PN Surakarta, Senin (6/7) dengan agenda pembacaan tuntutan, ditunda. (suaramerdekasolo.com/dokumentasi)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Sidang kasus dugaan kejahatan perbankan dengan tiga terdakwa manager Bank UOB Solo, Vincensius Hendry, Meliawati dan Natalia Go di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Senin (6/7), agendanya tuntutan.

Hanya saja, jaksa penuntut umum (JPU) belum siap untuk membacakan tuntutan. JPU, Rr Rahayu Nur Raharsi SH MH, dalam sidang menyampaikan hal itu di hadapan majelis hakim yang dipimpin H Muhammad SH MH. Jaksa meminta waktu minggu depan untuk membacakan tuntutan.

Usai sidang yang hanya berlangsung sekitar 10 menit, kepada media, Jaksa Rahayu Nur Raharsi mengatakan, tuntutan ditunda karena tim JPU masih menyusun tuntutan bagi tiga terdakwa.

”Kami meminta waktu kepada majelis hakim menunda sidang pekan dengan agenda pembacaan tuntutan,” jelas Rahayu.

Alasan jaksa, terkait tuntutan dalam perkara ini tentunya ada konsultasi dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Hal itu merupakan bentuk mekanisme internal yang dilakukan secara berjenjang, bertingkat termasuk tuntutan hukuman.

“Karena tergantung petunjuk pimpinan dan arahannya bagaimana. Tergantung dari atensi pimpinan,” tandasnya.

Adapun Kuasa Hukum tiga terdakwa, Zainal Arifin SH MH mengemukakan penundaan pembacaan tuntutan merupakan hak jaksa. Dengan penundaan tersebut, pihaknya menunggu sidang selanjutnya pekan depan. ”Usai tuntutan, tentunya kami akan mengajukan pembelaan atau pledoi,” jelasnya.

Dijelaskan Zainal, jaksa minta sidang ditunda karena belum siap membacakan tuntutan.

”Soal pertimbangan lain kenapa ditunda, saya tidak tahu,” paparnya.

Kasus tindak pidana dugaan kejahatan perbankan ini merupakan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan penyidik Polresta Surakarta setelah Roestina Cahyo Dewi, saksi korban melaporkan Waseso dalam perkara tindak pidana pemalsuan tanda tangan atas penarikan uang yang dilakukan Waseso di Bank UOB.

Dimana dalam perkara pemalsuan tanda tangan tersebut, berdasar putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) pada tanggal 7 Agustus 2017, Waseso divonis hukuman tiga tahun penjara. Amar putusan MA itu sesuai putusan hukum majelis hakim PN Surakarta, dalam sidang sebelumnya.

Adapun temuan penyidik yang kemudian dijadikan dasar bagi jaksa untuk mendakwa ketiga terdakwa karena para terdakwa diduga tidak menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) sehingga mengakibatkan kerugian yang dialami Roestina Cahyo Dewi sebesar Rp 21,6 miliar. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan