Klaten Waspada Merapi, Jalur Evakuasi Disurvei

bupati-sri-mulyani-cek-jalur-evakuasi-merapi
CEK LOKASI : Bupati Sri Mulyani dan sejumlah pejabat melakukan pengecekan jalur evakuasi Merapi di Kecamatan Kemalang, Selasa (7/7). (suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pemkab Klaten segera menggelar rapat koordinasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi perkembangan aktifitas Gunung Merapi. Rakor digelar di Pendapa Pemkab Klaten, Selasa (7/7). Di hari yang sama, Bupati Sri Mulyani melakukan pengecekan jalur evakuasi dan sheler pengungsi Merapi.

Bupati bersama Kapolres AKBP Edi Suranta Sitepu dan sejumlah pejabat mengecek Shelter Demak Ijo di Kecamatan Karangnongko, jalur evakuasi Merapi serta titik kumpul di Desa Tegalmulyo dan Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang. Usai peninjauan, langsung digelar rapat dengan Muspika Kemalang dan Pemerintah Desa setempat.

Langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta tentang upaya meningkatkan kewaspadaan terkait perkembangan Gunung Merapi.

“Saat ini, Gunung Merapi berada pada level waspada, jadi warga harus tetap tetang namun waspada. Untuk jalur evakuasi yang rusak, Pemkab Klaten memprogramkan perbaikan baik dengan APBD Klaten dan bantuan Pemprov Jawa Tengah,” kata Sri Mulyani.

Meski jalur utama rusak parah karena banyaknya truk pengangkut galian C, namun warga Kemalang sudah mengetahui jalur khusus yang bisa digunakan untuk evakuasi mandiri bila sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Sementara itu, dalam Rakor waspada Merapi di Pendapa Pemkab Klaten dipaparkan kesiapan desa-desa dan OPD dalam mengantisipasi bila terjadi erupsi. Termasuk kesiapan shelter dan desa-desa paseduluran dalam menampung pengungsi Merapi.

“Erupsi Merapi terakhir terjadi tahun 2010, jadi bila ada peningkatan aktifitas semua harus waspada untuk mengantisipasi kejadian yang tidak bisa diprediksi. Simulasi-simulasi harus diaktifkan, agar masyarakat siap evakuasi mandiri,” tegas Sekda Jaka Sawaldi.

Selain itu, shelter juga harus siap mulai dari penerangan sampai persediaan air. Yang harus diperhatikan di masa pandemi adalah penerapan protokol kesehatan untuk mengantisipasi penularan covid-19.

Camat Kemalang Budi Prasetyo mengatakan ada beberapa ruang jalur evakuasi yang rusak, yakni jalur jalur timur antara Tangkil-Tlogowatu sepanjang 2 km, jalur Tlogowatu-Tegalmulyo sepanjang 3 km. Jalur tersebut dipersiapkan bagi warga Tegalmulyo menuju shelter Demakijo.

Sedangkan di jalur evakuasi tengah, kerusakan terjadi di Kendalsari ke atas ada beberapa ruas yang rusak, total sekitar 6 km lebih. Jalur itu dipersiapkan untuk warga Desa Sidorejo menuju shelter Menden. Sedangkan jalur evakuasi barat yang dipersiapkan untuk warga Desa Balerente menuju shelter Kebondalem Lor Prambanan, masih dalam kondisi aman.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan