Kronologi dan Penyebab Kematian Pendaki Asal Ngargoyoso

pendaki-terjatuh-gunung-lawu
FOTO ILUSTASI/https://www.inews.id

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Andi Sulistyawan, pendaki Gunung Lawu asal Desa Kemuning RT 1 RW XIV, Kecamatan Ngargoyoso, ditemukan meninggal di jalur pendakian Gegerboyo, area puncak gunung tersebut.

Jenazahnya dievakuasi Senin (6/7) malam dan tiba di pos Cemara Kandang pada pukul Selasa (7/7) dinihari, pukul 00.30. Remaja 18 tahun tersebut ditengarai mengalami hipotermia, yang menyebabkannya meninggal.

Andi dilaporkan hilang oleh kawan rombongannya mendaki pada Minggu (5/7). Dia bersama lima kawannya berkemah di area Hargo Dalem. Mereka naik dari jalur pendakian Cemoro Sewu pada Sabtu (4/7) pukul 16.00.

Pada Minggu dinihari, Nur Hayati, salah satu anggota rombongan, hendak buang air kecil. Andi lalu menemani kawannya untuk buang hajat. Usai menyelesaikan hajatnya, Nur tidak melihat Andi dan mengira temannya itu sudah kembali ke tenda.

Namun hingga Minggu pagi, Andi tidak terlihat. Kawannya sudah berupaya mencari, namun tidak ketemu hingga mereka melaporkan peristiwa tersebut saat turun di pos pendakian Cemoro Sewu.

Komandan  SRU Basarnas Pos SAR Trenggalek Andris Dwi Prasetya  mengatakan, dari penyisiran yang dilakukan tim relawan gabungan, jenazah Andi ditemukan pada Senin (6/7).

“Posisinya tidak jauh dari titik di mana dia dilaporkan menghilang. Proses evakuasi terkendala hujan dan sulitnya medan. Selasa dinihari pukul 00.30, jenazah tiba di pos Cemoro Kandang, lalu dibawa ke Puskesmas Tawangmangu untuk divisum,” jelasnya.

Relawan Anak Gunung Lawu (AGL) Budi Santosa mengatakan, saat ditemukan, kondisi Andi hanya memakai celana panjang. Kaus dan hoodie-nya berserakan. “Melihat kondisinya, diperkirakan korban mengalami hipotermia,” jelasnya.

Jenazahnya ditemukan berjarak 8 meteran dari titik terakhir dia bersama rombongan. “Kemungkinan terperosok, tapi tidak sampai jatuh ke jurang. Tubuhnya tertahan semak di area datar,” tuturnya.

Kapolsek Tawangmangu AKP Ismugiyanto menambahkan, dari hasil visum, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Dokter menemukan luka lecet di tangan dan muka, kemungkinan terkena ranting pohon saat jatuh. “Jenazah sudah diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan