Vandalisme Jelang Pilkada Klaten Baliho Dicoret-coret, One Pilih Ganti Baliho Baru

aksi-vandalisme-klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Aksi vandalisme mewarnai sosialisasi pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan maju pada Pilkada Klaten 2020 mendatang. Kali ini menimpa pasangan bakal calon One Krisnata dan Muhammad Fajri yang akan diusung Partai Demokrat, PKS, Gerindra, Partai Bulan Bintang dan beberapa partai lain.

Baliho sosialisasi pasangan calon yang dipasang di Jalan Bayat-Cawas, tepatnya di Desa Dukuh, Kecamatan Bayat, Klaten menjadi korban tangan-tangan usil. Baliho berganbar One-Fajri dicoret-coret dengan cat semprot warna merah di bagian mata dan mulut, kemudian ada tulisan besat ”Tidak Ijin”.

Aksi vandalisme itu diketahui tim Senin (6/7) malam saat melakukan pengecekan di lapangan terhadap baliho yang dipasang dalan dua hari terakhir. Tim setempat kemudian melaporkan temuan itu kepada tim pemenangan One-Fajri.

One Krisnata mengaku mendapat laporan tersebut dari relawannya, Senin malam. Namun dia memilih untuk tidak melaporkan pelecehan terhadap alat peraganya ke pihak berwajib. Hal itu untuk menghindari benturan dengan pendukung pasangan calon yang lain.

”Saya dapat laporan terkait vandalisme Pilkada Klaten. Ada baliho di Desa Dukuh, Bayat yang di coret-coret dengan cat merah, di jalan Cawas-Bayat, maka saya mengambil kebijakan agar hal itu tidak usah dilaporkan, cukup diganti dengan baliho yang baru saja. Ini untuk menghindari benturan benturan yang tidak perlu. Sebaiknya kita menanggapi dengan berkepala dingin,” kata One Krisnata, Selasa (7/7).

Salah satu tim pasangan One-Fajri, Kristiadi mengatakan, sebenarnya ada dua baliho yang jadi korban tangan jahil. Selain di Bayat, ada baliho di daerah Tulung yang gambarnya dibalik. Bila semula menghadap ke jalan, dibalik membelakangin jalan.

”Dalam 3 hari terakhir kami memasang sejumlah baliho untuk sosialisasi, tapi Senin malam ada laporan satu baliho di Tulung dibalik, dan satu di Bayat dicoret-coret. Yang di Tulung sudah dibetulkan, sedang yang di Bayat akan diganti yang baru. Kami tidak ingin ada benturan,” kata Kristiadi. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan