Dampak Pandemi Covid-19, Penjualan Kambing Kurban di Boyolali Menurun

kambing-kurban-boyolali
CEK KAMBING: Bayu mengecek kondisi kambing yang dijualnya. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Dampak pandemi Covid-19 kini juga dirasakan pedagang hewan kurban. Penjualan kambing kurban pun mengalami penurunan.

Seperti dikemukakan Bayu, pedagang hewan kurban asal Desa Dibal, Kecamatan Ngemplak. Akibat Covid-19, penjualan kambing pun merosot hingga 50 persen. Tahun lalu, dia bisa menjual hingga 80 ekor kambing pada 3 minggu sebelum kurban.

“Namun, kini baru laku 30 ekor saja,” katanya.

Adapun harga kambing juga tidak berbeda dengan tahun lalu. Yaitu, berkisar antara Rp 1,7 juta – Rp 5 juta. Namun, yang banyak dicari pembeli adaah kambing dengan kisaran harga Rp 2 juta.

“Beberapa calon pembeli datang, namun baru sekedar bertanya harga kambing.”

Namun demikian, untuk sapi justru laku lebih banyak. Dia mengaku sudah mampu menjual 7 ekor sapi dengan harga bervariasi antara Rp 17 juta hingga Rp 30 juta. Harga tersebut sudah termasuk ongkos kirim.

“Tahun lalu sapi hanya laku 3 ekor saja.”

Dia berharap sisa waktu beberapa hari bakal lebih banyak pembeli yang datang ke tempatnya untuk membeli hewan kurban. “Masih ada beberapa hari, kami masih optimis dagangan kambing maupun sapi bakal laku lebih banyak.”

Salah satu warga, Sri Hartati (54) asal Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono mengaku, dia lebih memilih kurban sapi daripada kambing. Dia pun sudah mengajak enam kerabatnya untuk membeli seekor sapi.

“Satu orang bayar Rp 3 juta nanti ditambah dengan biaya penyembelihan.”

Dia mengaku memilih kurban sapi dibandingkan kambing. Pasalnya, daging seekor sapi lebih banyak dibandingkan 7 ekor kambing. Selain itu, ada sebagian masyarakat yang berpantang makan daging kambing.

“Kalau daging sapi, hampir tidak ada yang menolak.”

Terpisah, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Boolali, Bambang Purwadi mengungkapkan, pihaknya turut memantau kondisi hewan ternak. Tujuannya, untuk memastikan kondisi hewan kurban sehat dan layak dikonsumsi masyarakat. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan