KPU Wonogiri Adakan Rapid Test Serentak, Ini Sasarannya

rapid-test-wonogiri
RAPID TEST : Tim medis Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri melakukan rapid test kepada para anggota Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) KPU Kabupaten Wonogiri di gedung Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Kamis (9/7). (SM/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonogiri mengadakan rapid test secara serentak untuk 2.020 orang Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) di kabupaten tersebut, Kamis (9/7). Rapid test serentak itu selesai dilakukan hanya dalam waktu satu hari.

Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sihsetyo Adi mengungkapkan, rapid test diadakan secara serentak di 25 kecamatan. Menurutnya, rapid test serentak dalam waktu sehari itu merupakan satu-satunya di Indonesia. “Kota/kabupaten lainnya ada yang rapid test dua hari, tiga hari, sampai empat hari. Kami di Wonogiri bisa serentak dalam waktu satu hari di 25 kecamatan,” katanya.

Hal itu menunjukkan KPU Wonogiri bisa melaksanakan rapid test serentak dengan pola manajemen yang efektif dan efisien. “Komunikasi dengan stakeholder, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda), media, dan tokoh masyarakat terjalin dengan baik,” ujarnya.

Hasil rapid test tersebut disampaikan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Wonogiri. Hasilnya akan disikapi Gugus Tugas sesuai protokol kesehatan. “Hanya, kalau ada yang reaktif, KPU akan diberitahu,” katanya.

Jika ada yang reaktif, petugas PPDP yang bersangkutan akan diganti. Pihaknya akan meminta Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk memerintahkan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar segera menyediakan penggantinya.

Selanjutnya, KPU Wonogiri akan mengadakan rapid test gelombang ke dua. Sasarannya adalah para komisioner KPU beserta sekretariat, PPK, dan PPS beserta sekretariatnya. Jumlah gelombang ke dua itu sekitar 2.000 orang.

Adapun rapid test gelombang tiga dilaksanakan untuk anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan Petugas Ketertiban (Gastib). Jumlah totalnya sekitar 18.000 orang.

Proses pencocokan dan penelitian (Coklit) pemutakhiran data pemilih dilaksanakan 15 Juli sampai 13 Agustus mendatang. Petugas PPDP melakukan Coklit dengan mendatangi rumah warga satu per satu. Mereka harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, kaos tangan, face shield, handsanitizer dan menjaga jarak. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan