Panitia Diminta Warga Transparan Tangani Proyek Sumur HAMP Jambangan

hibah-hamp-celep-sragen2
SUMUR HIBAH - Proyek sumur hibah HAMP di Dukuh Jambangan, Desa Celep, Kecamatan Kedawung diminta agar dikelola panitia secara transparan.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

*Panitia Sudah Minta Maaf

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Panitia proyek pembuatan sumur Hibah Air Bersih Masyarakat Pedesaan (HAMP) di Dukuh Jambangan Desa Celep, kecamatan Kedawung, Sragen diminta warga transparan.

Kalau proyek sudah selesai, segera disampaikan ke warga RT 26,27,28 dan RT 29 Dukuh Jambangan.

”Karena menyangkut penggunaan anggaran dari warga, maka saya minta panitia juga transparan,” pinta Haryo, mewakili warga RT 28 Dukuh Jambangan Desa Celep, Kecamatan Kedawung, Sragen, Kamis (9/7/2020).

Proyek sumur air bersih pedesaan yang ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah itu hibah dari Pemkab Sragen melalui Disperkim. Masyarakat juga membantu pembuatan bak penampungan dan tower dengan iuran Rp 500.000 per kepala keluarga.

Proyek itu akan melayani 177 sambungan rumah untuk warga RT 26, 27, 28 dan RT 29 Dukuh Jambangan. Jaringan perpipaan Proyek air minum merupakan hibah dari Pemkab Sragen melalui Disperkim. Sejumlah 177 KK juga urunan masing-masing Rp 500.000 untuk membangun tower dan bak penampungan air.

Bendahara Proyek HAMP Jambangan Sumanto meminta maaf ke warga RT 26, 27, 28 dan RT 29 Dukuh Jambangan, terkait penanganan proyek HAMP itu.

”Saya atas nama panitia meminta maaf semua kekhilafan. Nanti kalau proyek sumur air bersih sudah selesai, akan kami laporkan ke warga,” tutur Sumanto. Sebelumnya saat rapat di Balai Desa Celep, panitia juga sudah meminta maaf ke warga.

Menutup Utang

Haryo didampingi Sukamto menjelaskan, untuk kepentingan pembuatan bak penampung air proyek itu warga diminta urunan Rp 500.000. Namun ada juga enam warga di Dukuh Purworejo Desa Celep yang minta pemasangan jaringan air bersih HAMP Dukuh Jambangan ditarik antara Rp 750.000 hingga Rp 1 juta. Sumanto mengatakan menarik biaya Rp 750.000 hingga Rp 1 juta untuk sambungan ke rumah warga di luar warga RT 26, 27, 28 dan RT 29 itu, karena untuk menutup sebagian hutang dalam pengerjaan proyek itu.

Pantia berjanji akan memberikan laporan jika proyek sudah selesai nanti. Dia atas nama panitia meminta maaf karena khilaf dalam menangani proyek itu.

Haryo didampingi Sukamto mengatakan warga minta panitia agar memberikan kejelasan proyek sumur air bersih HAMP itu secara transparan. Karena Sumanto pernah melaporkan masih menanggung utang Rp 30 juta.

”La ini belum dilaporkan ke warga kok sudah ngabari masih punya utang Rp 30 juta,” tutur Haryo.

hibah-hamp-celep-sragen1

Mestinya Sumanto memberikan laporan pertanggungjawaban terlebih dulu ke warga. Kalau memang masih menanggung hutang, nanti bisa disampaikan dalam pertemuan.

Selain itu Haryo juga minta agar panitia memberikan penjelasan siapa nanti orang yang akan ditunjuk sebagai pengelola sumur air bersih itu. Karena pengelola selain merawat sumur, juga menarik iuran bulanan air bersih ke pelanggan.

Dikatakan siapa yang akan mengelola sumur air bersih Dukuh Jambangan itu nanti akan diberikan SK oleh Kades Celep Aguswoyo. Pelanggan air minum ditarik biaya murah hanya sekitar Rp 1.000 per satu m3 air bersih.(Anindita AN)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan