Persiapan Konser “Ambyar Tak Jogeti” Terus Dimatangkan

0
persiapan-konser-ambyar-tak-jogeti
PERSIAPAN : Promotor dan artis pendukung berfoto bersama, usai konferensi pers konser Tribute to Didi Kempot "Ambyar Tak Jogeti" di Hotel Ramada Suites, Colomadu, Kamis (9/7) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Persiapan menjelang konser Tribute to Didi Kempot “Ambyar Tak Jogeti” terus dilakukan, meskipun kepastian pelaksanaan konser masih menunggu perkembangan situasi di tengah pandemi Covid-19.

Rencananya, konser yang akan menampilkan 20-an artis di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta itu akan digelar 14 November mendatang.

Dalam konser tersebut, sosok almarhum Didi Kempot akan ditampilkan melalui hologram berukuran satu banding satu. Melalui hologram tersebut, Lord Didi akan membawakan dua lagu yang selalu menjadi anthem di setiap konsernya, yakni Pamer Bojo dan Cidro.

Promotor dari PT Garindo Media Tama Dian Eka Yanto, dalam konferensi pers di Hotel Ramada Suites, Colomadu, Kamis (9/7) malam mengungkapkan, konser tribute tersebut untuk menjawab penggemar Didi Kempot, yang menginginkan agar konser “Ambyar Tak Jogeti” tetap digelar.

Hadir dalam konferensi pers tersebut, Saputri yang merupakan istri pertama Didi Kempot, serta istri kedua Yan Velia, serta beberapa artis pendukung konser. Acara malam itu sekaligus sebagai silaturahmi antara Saputri dan Yan Velia.

“Meskipun sang maestro telah tiada. Sedianya, konser Mas Didi di GBK digelar 10 Juli. Ini cita-cita beliau, untuk konser di GBK. Tanggal 1-4 Mei lalu, kami sudah menjual tiket. Namun pada 5 Mei, Mas Didi wafat,” kata Dian Eka Yanto.

Sempat bingung apakah acara yang sudah dikonsep matang akan diteruskan atau tidak, promotor kemudian meminta saran dari keluarga hingga penggemar Didi Kempot, yang menginginkan agar konser tetap digelar.

“Sebab ini juga cita-cita Mas Didi, untuk konser di GBK. Konsep diubah menjadi Tribute to Didi Kempot, menampilkan artis yang memiliki benang merah dengan almarhum. Di antaranya Denny Caknan, DK Voice, Ayub Antho, Arda, Suma Prada, Guyon Waton, dan sebagainya,” lanjutnya.

Diakui, situasi saat ini belum lepas dari pandemi Covid-19. Karena itu, promotor akan mengikuti protokol kesehatan jika konser diizinkan untuk digelar, dengan jumlah penonton dibatasi. Jika awalnya ditarget 70 ribu penonton, dengan situasi saat ini, penonton maksimal hanya 40 ribu orang.

“Per 1 Juni, kami sudah jual tiket. Meskipun untuk pengurusan izin, kami masih melihat perkembangan situasi di DKI Jakarta. Jika ternyata nanti situasi belum memungkinkan untuk digelar, ada opsi pelaksanaan konser ditunda hingga tahun depan. Dana tiket akan di-refund seratus persen tanpa potongan,” imbuhnya.

Yan Velia dari DK Management menambahkan, berbagai persiapan terus dilakukan untuk pelaksanaan konser di GBK.

“Saat ini, kami fokus untuk acara di  GBK. Untuk konsep, semuanya dari promotor. Yang pasti, penampil akan membawakan karya-karya Mas Didi di acara tersebut,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan