Ternyata Bersolek Tak Melulu Dilakukan Manusia, Sapi pun Butuh Berdandan

sapi-bersolek-boyolali
MANDI: Sejumlah sapi dimandikan di salon sapi yang berada di Pasar Hewan Singkil, Kecamatan Boyolali Kota. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Ternyata bersolek tak hanya melulu dilakukan manusia. Sapi pun butuh pula bersolek di salon.

Hanya saja, salon bagi sapi tidaklah selengkap salon bagi manusia. Bangunan pun hanya sederhana tanpa AC. Bangunan sederhana hanya diberi atap seng dan dinding terbuka sehingga bisa dilihat setiap orang.

Salon khusus sapi ini berada di sebelah utara Pasar Hewan Singkil, Boyolali Kota. Setiap hari pasaran pahing, yang merupakan hari pasaran disana, puluhan ekor sapi dibawa pedagang ke salon sapi tersebut.

Tak seperti salon bagi manusia yang memiliki aneka jenis pelayanan seperti potong rambut, cuci muka, potong kuku dan aneka layanan kecantikan lainnya. Salon sapi hanya melayani mandi saja menggunakan sabun.

Bahkan, untuk mandi, air cukup dikucurkan menggunakan selang plastik merata ke tubuh sapi. Kemudian sapi digosok menggunakan sabun hingga berbusa untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel. Kemudian sapi dibilas lagi dengan air bersih.

Menurut Cahyo Jalu (45) blantik sapi asal Kecamatan Selo, dia rutin membawa sapi ke salon untuk dimandikan. Sapi tersebut perlu dimandikan di salon sapi agar bersih. Sehingga harga sapi pun ikut terdongkrak.

“Kalau badan sapi terlihat bersih, pembeli pun semakin tertarik,” katanya.

Warno (52) blantik lainnya menambahkan, dirinya juga rutin membawa sapi yang akan dijual ke salon sapi. Tujuannya, agar badan sapi bersih dan terlihat segar. Setelah dimandikan, sapi pun dikombor dengan campuran katul dan bren atau konsentrat.

“Sehingga sapi terlihat bersih dan sehat, kondisi ini tentu mendongkrak harga jual. Misal, jika seekor sapi tubuhnya kotor hanya laku Rp 10 juta, namun kalau bersih harga bisa naik menjadi Rp 11 juta- Rp 12 juta.”

Pemilik salon sapi, Ny Dadi (55) mengaku, salon sapi hanya buka setiap hari pasaran pahing saja bertepatan dengan hari pasaran Pasar Sapi Singkil. Praktis, salon sapi hanya buka setiap lima hari sekali.

“Ya, buka hanya pas hari pasaran pahing saja.”

Dia mengaku, minimal 30 ekor sapi dibawa ke salon sapi miliknya untuk dimandikan. Namun, menjelang hari raya kurban, jumlah sapi yang dibawa ke salonnya juga bertambah hingga 40 – 50 ekor. Biayanya hanya Rp 15.000/ ekor sudah termasuk sabun colek yang biasa untuk mencuci baju.

“Ya, lumayan bisa untuk menambah pendapatan keluarga.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan