25 Residen Paru UNS Jalani Isolasi di RS UNS, Dinyatakan Positif Covid-19

kasus-corona
FOTO ILUSTRASI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 25 mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) FK UNS yang dinyatakan dinyatakan positif Covid-19 berdasarkan swab test PCR. 

Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 UNS Dr dr Tonang Dwi Ardyanto mengemukakan, ke-25 dokter residen tersebut dalam keadaan baik tanpa gejala atau gejala ringan seperti radang tenggorokan dan batuk. Saat ini mereka diisolasi di lantai 5 dan 7 RS UNS.
Kedua lantai tersebut menurut Tonang dikhususkan untuk merawat pasien Covid 19 
sehingga masyarakat diinformasikan agar menjauhi kedua lantai tersebut jika tidak berkepentingan.

Untuk lift yang digunakan menuju dua lantai tersebut juga dibedakan agar tidak bercampur dengan pasien lain atau masyarakat lain. 

“Treatment yang kami lakukan sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kami isolasi hingga pulih dan dinyatakan negatif minimal 13 hari,” tandasnya.

Isolasi yang dilakukan di RS UNS menurut Tonang lebih pada upaya agar pasien tidak menularkan pada orang lain dan tidak tertular dari pihak lain. Selain itu untuk mengamati jika terjadi kegawatan.

Namun karena kondisi para residen baik dan tanpa gejala, isolasi lebih diarahkan sebagai upaya pencegahan penularan. 

Ia menjelaskan 25 pasien tersebut adalah hasil tracing yang dilakukan oleh pihak RSUD Dr. Moewardi, usai salah satu residen paru dinyatakan positif covid-19.
Ia menegaskan mereka dirawat di RS UNS bukan karena RSUD Dr  Moewardi penuh. Namun sebagai bentuk bahwa UNS bertanggung jawab penuh terhadap civitas akademika yang tertular Covid 19. Hal itu sekaligus juga untuk berbagi tugas antarrumah sakit.

Terpisah Dekan FK UNS Prof Dr Reviono menambahkan,  residen paru yang paling awal dinyatakan tertular Covid dan 25 pasien positif lainnya kini harus dirawat di RS UNS sampai kondisinya benar-benar dinyatakan negatif. Ia memprediksi masa perawatan bisa mencapai paling lama 3 minggu. Namun ia berharap bisa lebih cepat pulih lantaran jumlah pasien Covid-19 yang perlu perawatan dokter paru semakin bertambah.

“Problemnya, ketika residen paru positif maka akan berpengaruh terhadap perawatan pasien covid di rumah sakit. Karena mereka yang berada di garis terdepan. Berbeda dengan residen lain yang tidak menangani pasien covid,” sambungnya.(Evie Kusnindya)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan