Duh ! Tambah Tiga Kasus, Boyolali Zona Merah

covid-19-boyolali
PENJELASAN: Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina memberikan penjelasan terkait perkembangan pasien Covid 19 di wilayah setempat. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Tiga warga terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali. Dengan demikian, total jumlah kasus kini menjadi 74 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina, Kabupaten Boyolali mendapatkan skor 1,62 pada indikator kesehatan masyarakat. Sehingga Boyolali masuk zona resiko tinggi atau zona merah.

“Diperlukan kewaspadaan dari seluruh lapisan masyarakat untuk melakukan aktivitas dengan menjalankan protokol kesehatan,” katanya.

Dijelaskan, dari 74 kasus yang ada, saat ini ada 18 kasus positif yang menjalani perawatan, 53 kasus sembuh dan tiga kasus meninggal dunia. Akumulasi atau jumlah kasus tersebut, berarti ada tambahan tiga pasien.

Kasus dengan register 072 berinisial RN dari Kecamatan Gladagsari, yang terdeteksi positif Covid-19 sesuai hasil pemeriksaan pada Jumat (10/7). Saat ini sudah dilakukan pelacakan dan ditemukan sebanyak 80 kontak erat.

Kasus kedua yakni 073 berisial AH, yang berdomisili di Kecamatan Mojosongo. Pasien tersebut terdeteksi sesuai dengan hasil rapid test yang kemudian dirujuk ke rumah sakit darurat (RSD) Covid-19 Kabupaten Boyolali.

“Sudah dilakukan tracing (pelacakan) terdapat tujuh kontak erat.”

Kasus ketiga berinisial DS dengan register 074 yang berasal dari Kecamatan Ngemplak. Saat ini, pasien dirawat di salah satu rumah sakit di Solo setelah sebelumnya berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di rumah sakit tersebut.

Selain penambahan kasus positif, Dinkes Kabupaten Boyolali juga merilis empat kasus sembuh pasien Covid-19. Kasus sembuh pertama yakni kasus 039 yang berasal dari Kecamatan Ampel, dia terpapar Covid-19 melalui klaster Jakarta dan kini telah sembuh setelah menjalani perawatan di RSD Covid-19 selama 31 hari.

Kemudian kasus sembuh yang kedua, register 049 berinisial YS dari Kecamatan Karanggede yang sudah dirawat selama 25 hari. Kasus ketiga atau 060, RJ dari Kecamatan Ampel yang telah dirawat selama 19 hari.

“Kasus sembuh dua dan tiga, keduanya berasal dari klaster Pasar Peterongan.”

Pihaknya tidak berhenti mengajak warga masyarakat Boyolali untuk tetap semangat bagaimana melawan virus Corona ini dengan berbagai protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Dengan pembiasaan perilaku hidup bersih dengan mencuci tangan dengan sabun dan menggunakan masker diyakini mampu menekan penularan virus ini. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan