Dukungan Pasangan Bajo Tak Sampai 35.870

0
pasangan-bajo-pilwakot-solo
KETERANGAN PERS : Pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) dari jalur perseorangan memberikan keterangan di hadapan wartawan menyambut proses verivikasi faktual KPU Kota Surakarta belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

*KPU Surakarta Beri Waktu Sampai Minggu Ketiga Juli

SOLO,suaramerdekasolo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta masih memberikan waktu hingga 25 Juli 2020 bagi tim pemenangan (timses) Bagyo Wahyono-FX Supardjo (Bajo) untuk memenuhi syarat dukungan yang bisa divervikasi faktual (vervak).

Hal itu dikemukakan Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti kepada Suara Merdeka lantaran dari hasil vervak yang rampung akhir pekan lalu. Jumlah syarat dukungan pasangan Bajo tidak memenuhi unsur yang dipersyaratkan (TMS) hingga mencapai 6.000 lebih dari jumlah yang diajukan timses terkait.

“Jadi masih ada kekurangan hingga 6.000 MS, sehingga perlu dipenuhi kekurangan itu sesuai dengan prosedur yang ada yakni jumlah kekurangan dikalikan dua. Dilanjutkan dengan proses vervak. Teknisnya bisa dilakukan dengan mengumpulkan pendukung TPS dengan dibantu LO (timses),” jelas Nurul, Senin (13/7).

Nurul menambahkan, meski ada kekurangan jumlah dukungan (TMS), namun hal itu tidak memengaruhi pencalonan pasangan Bajo. Pasalnya, dalam tahapan pemilihan wali kota (Pilwakot) masih ada prosedur perbaikan-perbaikan hingga batas waktu yang ditentukan.

“Jadi pasangan bajo masih memiliki peluang untuk maju dalam pilwakot mendatang, hanya saja syarat kekurangan dukungan harus segera dipenuhi, sebelum penyelengara tingkat kecamatan dan kota melakukan pleno memutuskan syarat dukungan calon perseorangan ini,” imbuhnya.

Sebelumnya disebutkan dari sebanyak 35.142 syarat dukungan yang diajukan timses Bajo, ada sekitar 6.000 orang lebih yang tidak memenuhi syarat. Alasanya adalah ada yang meninggal dunia, pindah domisili atau berstatus aparatur negara. Hal lain karena saat pendukung didatangi tidak bisa memenuhi vervak tidak bisa, sehingga dicoret dan wajib dicarikan penggantinya. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan