Update IKAPPI : Ada 1.053 Kasus Positif di 190 Pasar Tradisional di Indonesia

Ikappi
FOTO/DOK

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – Merilis data terbaru pedagang teridentifikasi covid 19. Mencapai 1.053 positif tersebar di 190 pasar, di 80 Kab/kota dan 26 provinsi.
Ada yang unik pada data terbaru, kami mendapatkan penambahan kasus yang cukup tinggi dalam 1 minggu terakhir.
“Kami lihat penambahan itu di wilayah-wilayah yang pemerintah daerahnya masif dalam melakukan rapid test dan swab yang di di pasar tradisional.
Ada beberapa provinsi baru yang masuknya jumlah kasus cukup tinggi yaitu papua. dki masih menjadi provinsi tertinggi di susul jatim, ” terang Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI Reynaldi Sarijowan

Dari data tersebut IKAPPI meminta kepada semua pihak khususnya pemda dan pengelola untuk lebih aktif melakukan edukasi tentang bahaya covid 19. Dan Melakukan penguatan koordinasi dalam rangka menjalankan protokol kesehatan di pasar tradisional.

Pada kurun waktu bulan juni 2020 kami lihat bahwa ritme peningkatan teridentifikasi lebih tinggi di banding bulan bulan sebelumnya, padahal protokol kesehatan terus di galakkan di pasar pasar. Maka kami minta agar ada penguatan edukasi dan bahaya covid 19 Dan memperkuat keterlibatan serta peran pedagang dalam proses protokol kesehatan.

Informasi yang terus kami terima, bahwa ketidakpercayaan publik terhadap bahaya covid 19 menjadi faktor utama peningkatan covid 19 di pasar. Dis informasi yg berkembang di bawah khususnya pedagang pasar dan pengunjung.

IKAPPI Mendorong agar penguatan terhadap protokol kesehatan di pasar dan edukasi yang harus kita lakukan secara bersama-sama kepada pedagang menjadi hal utama untuk di lakukan. Hal kedua ialah mendorong keterlibatan pedagang dalam proses kebijakan yang di ambil atau protokol kesehatan yg di lakukan di pasar.
Catatan lainnya ialah kami mendorong seluruh pasar tradisional di indonesia , menggunakan skat plastik untuk menghindari komunikasi langsung antar pedagang dan pembeli. ini yg paling efektif di banding kebijakan ganjil genap atau kebijakan pembatasan jam operasional. Karena justru pembatasan jam operasional dapat meningkatkan penyebaran karena akan ada penumpukan di jam jam tersebut.

“Ikappi berupaya dan terus mendorong agar penyebaran covid di pasar segera berhenti, melalui kerjasama dengan semua pihak pemda dan pemprov termasuk juga membangun komunikasi dengan pemerintah pusat dalam rangka menerapkan kebijakan Nasional yang sesuai dengan pedagang. Kami juga mendorong sosialisasi kepada anggota kami, jika pasar tradisional sehat ekonomi juga akan tumbuh dan pulih kembali.” (*)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan