Update : Pasien Covid-19 Asal Pracimantoro Meninggal Dunia

pdp-corona-meninggal
FOTO ILUSTRASI

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Seorang pasien positif penyakit virus corona (Covid-19) asal Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri meninggal dunia, Minggu (12/7). Pasien berinisial T yang berusia 62 tahun tersebut sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit UNS, Kartasura, Sukoharjo.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengungkapkan, pihaknya menerima pemberitahuan mengenai pasien itu dari Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) Daerah Istimewa Yogyakarta. “Tanggal 9 Juli setelah menjalani test Swab, hasilnya positif (Covid-19),” katanya, Senin (13/7).

Baca : Pemerintah Korea Selatan Donasikan Masker untuk Tenaga Medis Penanganan Covid-19 di Indonesia

Pasien dari Pracimantoro itu sempat dirawat di rumah sakit UNS Kartasura, Sukoharjo. Namun, kondisi klinisnya memburuk. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (12/7) sekitar pukul 13.00.

Bupati menerangkan, pasien tersebut mempunyai penyakit penyerta, yakni penyakit paru-paru.

“Kami hanya mendapat notifikasi (pemberitahuan) dari BBTKLPP Yogyakarta. Sumber penularannya dari mana, tidak diberitahukan (dalam notifikasi tersebut),” ujarnya.

Namun, Bupati meyakini penularan kepada korban tidak bersumber dari transmisi lokal. Meski demikian, pihaknya akan menelusuri sumber penularannya.

“Mungkin dari Yogya atau daerah lain, kami belum tahu. Andaikata dari lokal, DKK (Dinas Kesehatan Kabupaten) pasti sudah ada langkah-langkah yang dilakukan,” ujarnya.

Baca : Duh ! Tambah Tiga Kasus, Boyolali Zona Merah

Sampai saat ini, jumlah total pasien positif penyakit virus corona di Kabupaten Wonogiri sejak awal masa darurat Covid-19 lalu mencapai 30 orang. Empat orang di antara mereka meninggal dunia. Adapun yang sudah sembuh mencapai 14 orang.  

Terpisah, Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Paur Subbag Humas Aipda Iwan SUmarsono mengatakan, setelah dilakukan musyawarah dengan pihak keluarga, pasien langsung dimakamkan.

“Tidak ada penolakan dari masyarakat dalam hal pemakaman di kampung,” kata Iwan. (Khalid Yogi)

Baca : Baca Pengumuman ini bagi Warga Boyolali yang Nekat Gelar Hajatan

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan