Survei Opini Publik SMRC : Pengangguran Ingin RUU Cipta Kerja Segera Disahkan Bulan Agustus

ilustrasi-pengangguran
FOTO ILUSTRASI

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – Survei opini publik nasional dengan tema sikap publik terhadap Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (RUU Cipta Kerja) di rilis Saiful Mujani Research Center (SMRC), Selasa (14/7/2020).

Hasil survei tersebut, sekitar 54 persen atau mayoritas pengangguran di Indonesia mendukung RUU Cipta Kerja segera disahkan bulan agustus.

Selain pengangguran, kelompok Ibu Rumah Tangga, pedagang warung/kaki lima, dan buruh/pembantu/satpam/kerja tidak tetap menjadi kelompok yang paling tinggi mendukung RUU Cipta Kerja untuk segera disahkan.

“Dukungan terhadap RUU Cipta Kerja yang lebih tinggi terdapat pada kelompok pengangguran atau masih mencari pekerjaan yakni sebesar 54 persen,” kata Direktur Riset SMRC Deni Irvani saat memaparkan Hasil survei opini publik nasional dengan tema sikap publik terhadap RUU Cipta Kerja, Selasa (14/7/2020).

Survei SMRC juga menyebut, 52 persen atau mayoritas masyarakat mendukung RUU Cipta Kerja untuk segera disahkan. Sebesar 26 persen masyarakat mengakui tahu atau pernah mendengar RUU Cipta Kerja.

“Dari 26 persen masyarakat yang mengaku tahu dan pernah mendengar RUU Cipta Kerja, ada 52 persen yang mendukung pengesahan RUU Cipta Kerja, dan yang tidak sekitar 37 persen,” ujar Deni.

Deni menjelaskan dukungan publik terhadap RUU Cipta Kerja ini didasari oleh kondisi ekonomi Indonesia yang semakin memburuk selama masa pandemi. Kondisi ekonomi yang memburuk ini mempengaruhi dan dirasakan langsung dalam kondisi ekonomi rumah tangga.

“71 persen mayoritas warga merasa kondisi ekonomi rumah tangganya sekarang lebih buruk atau jauh lebih buruk dibanding sebelum ada wabah Covid-19. 81persen mayoritas warga menilai kondisi ekonomi nasional sekarang lebih buruk,” sambung Deni.

Menurut survei nasional SMRC, di antara warga yang tahu RUU Cipta Kerja, mayoritas (58 persen) mendukung langkah Presiden Jokowi untuk menjadikan RUU Cipta Kerja sebagai instrumen kebijakan mengatasi krisis ekonomi. Yang tidak mendukung hanya 35 persen.

Di antara warga yang tahu RUU Cipta Kerja, 66 persen mendukung langkah Presiden Jokowi menjadikan RUU Cipta Kerja sebagai instrumen kebijakan untuk mengatasi atau mencegah PHK dan memperluas lapangan kerja. Yang tidak mendukung hanya 28 persen.

“Mayoritas warga yang tahu menilai RUU Cipta Kerja akan membawa manfaat bagi ekonomi Indonesia,” ujar Deni.

SMRC melakukan survei nasional melalui telepon pada 8-11 Juli 2020. Sampel sebanyak 2.215 responden dipilih secara acak dari koleksi sampel acak survei tatap muka yang telah dilakukan SMRC sebelumnya dengan jumlah proporsional menurut provinsi untuk mewakili pemilih nasional. Margin of error survei diperkirakan +/-2.1% pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. (*)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan