Tuntutan Dipenuhi, Civitas Akademika Uniba Gelar Doa Syukur

demonstrasi-uniba-solo
SPANDUK PROTES : Mahasiswa dan dosen Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta melepas spanduk protes yang terpasang di kampus mereka menyusul terpenuhinya tuntutan. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Civitas akademika Universitas Islam Batik (Uniba) Surakarta kembali menggelar aksi damai. Namun kali ini aksi mereka tersebut berupa doa bersama dan pembukaan ruang sekretariat kegiatan mahasiswa serta pelepasan spanduk spanduk yang terasang saat mereka menggelar aksi beberapa kali sebelumnya.

Korlap aksi damai, Dr Amir Junaedi mengemukakan hal itu mereka lakukan sebagai tanda syukur karena terpenuhinya tuntutan mereka menyusul mundurnya tiga pengurus Yayasan Perguruan Tinggi Islam Batik (Yapertib) yang mereka sorot.

“Tiga pengurus yayasan tersebut sudah menyatakan mengundurkan diri melalui surat bermaterai. Yayasan sudah merespons pengunduran diri mereka melalui tiga SK pemberhentian per 13 Juli, ” kata Amir kepada wartawan.

Dengan terpenuhinya tuntutan mereka, civitas akademika kemudian melepas beraneka spanduk berisi protes dan tuntutan ada tiga kali aksi sebelumnya. Peserta aksi kemudoan juga memasang spanduk baru yang bertuliskan “Semangat Baru menuju Uniba yang Profesional dan Berintegritas.” Mereka juga membuka kembali sekretariat kegiatan mahasiswa.

Amir berharap setelah kondisi kampus mulai kondusif, kegiatan belajar mengajar maupun administrasi dan lainnya bisa kembali seperti sebelumnya.
Mengenai tahapan selanjutnya, Amir mengemukakan jika civitas akademika menyerahkan langkah itu pada Yapertib untuk penangannya.

“Nanti mengenai siapa pengganti dan lain sebagainya biar yayasan yang mengurus. Yan terpenting tuntutan kita terwujud,” papar dia.

Ia juga menjamin jika aksi yang mereka gelar ada Selasa (14/7) merupakan kali terakhir. “InsyaAllah ini demo terkahir, tuntutan kami sudah terpenuhi,” papar Amir.

Amir juga mengemukakan, pihak yang menamakan diri Aliansi Civitas Akademika Uniba tersebut mendesak Yayasan segera mengambil langlah pemulihan pascaaksi yang digelar tiga elemen tersebut. Salah satu yang dianggap cukup penting adalah pengisian posisi rektor mengingat Rektor Dr Pramono Hadi menyatakan mengundurkan diri saat digelarmya aksi kedua beberapa waktu lalu. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan