Perusahaan di Boyolali Mulai Beraktivitas, Mulai Panggil Karyawan yang Dirumahkan

0
prduktivitas-butuh-rendah
Sejumlah pekerja pabrik berjalan di luar area pabrik saat jam istirahat di Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (7/4/2020). Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan dampak dari wabah virus COVID-19 menyebabkan sebanyak 452.657 orang harus dirumahkan dan di-PHK atau pemutusan hubungan kerja yang terdiri dari pekerja di sektor formal dan informal. (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Era new normal, sektor industri mulai menggeliat. Tercatat 4 perusahaan di Boyolali mulai berproduksi lagi.

“Ini terlihat karena perusahaan itu mulai memanggil kembali karyawan yang dirumahkan beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, M Syawalludin, Rabu (15/7).

Dijelaskan, secara perlahan sektor industri mulai bangkit kembali. Bahkan, beberapa perusahaan dan badan usaha sudah minta pendampingan untuk mengaktifkan kembali karyawan yang telah dirumahkan akibat pandemi Covid-19.

“Satu perusahaan di Ampel, sempat merumahkan kurang lebih 1.200 karyawan. Sekarang sudah memanggil kembali 700 karyawan.”
Pihaknya masih terus menghitung jumlah karyawan yang telah ditarik kembali oleh perusahaan tersebut. Meski diakui, ada sejumlah karyawan yang dipanggil kembali ternyata tak bisa masuk.

Ada karyawan yang tak bisa menunggu sampai kapan jadi pengangguran. Merekapun akhirnya memilih pindah perusahaan lain agar tetap bisa bertahan ditengah pandemi Covid-19. Untuk itu, pihaknya masih menunggu pelaporan dari pihak perusahaan.

Meskipun menyambut positif, namun geliat ekonomi disektor industri harus dibarengi upaya pencegahan penularan Covid-19. “Jangan sampai muncul klaster perusahaan sebagai penyebar virus Corona. Apalagi Boyolali masuk zona merah.”

Untuk itu, seluruh perusahaan-perusahaan di Boyolali diminta menyusun rencana keberlangsungan usaha. Dimana upaya pencegahan Covid-19 masuk dalam rencana secara keseluruhan. Setiap perusahan pun diwajibkan punya tim gugus Covid-19.

“Semua perusahaanpun sudah punya tim gugus, hanya saja perlu koneksitas ke Dinkopnaker dan Dinkes Boyolali guna mempermudah koordinasi.”

Nantinya, setiap ada kasus Covid-19, Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Boyolali dapat melakukan tindakan lebih lanjut. Seperti mencari kronologis kasusnya hingga melakukan tracking kontak erat serta melakukan rapid test.

“Saya yakin perusahaan sudah lebih dulu menerapkan protokol kesehatan dan melakukan berbagai antisipasi penyebaran Covid-19. Dan mudah- mudahan pandemi Covid-19 segera berlalu.”

Tinggalkan Pesan