Cegah Penyebaran Covid-19, Boyolali Tingkatkan Tes Swab

0
covid-19-boyolali
PANTAU SWALAYAN: Tim Gugus Tugas Covid-19 Boyolali memantau kondisi swalayan di wilayah setempat. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com –Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali  akan meningkatkan kapasitas pemeriksaan swab untuk menjaring semakin banyak kontak erat pasien positif Covid-19. Hal ini mengingat wilayah Kabupaten Boyolali masuk zona risiko tinggi atau zona merah penyebaran virus Corona

“Kami juga akan meningkatkan kapasitas pemeriksaan swab tenggorokan di Rumah Sakit Darurat (COVID-19 Boyolali) menjadi 150 per hari,” kata Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina.

Dijelaskan, dengan menjaring banyaknya kontak erat kasus positif Covid-19 dan kemudian dilanjutkan tes swab, maka jika terdeteksi ada yang positif akan dapat mendapat penanganan dengan cepat. “Sehingga mereka tidak menjadi sumber penularan bagi warga lainnya.”  

Selanjutnya, orang tersebut akan dikarantina secepatnya. “Jangan sampai yang bersangkutan menjadi sumber penularan di lingkungannya maupun masyarakat di Kabupaten Boyolali,” lanjut Lina.

Seperti diketahui jumlah kasus positif Covid-19 di Boyolali terus bertambah dan sebarannya juga semakin meluas. Berdasarkan perhitungan indikator kesehatan masyarakat, nilainya juga semakin menurun. Kini nilainya 1,38 dan masuk kategori zona risiko tinggi atau zona merah. 

Tak hanya itu, fasilitas umum terpaksa ditutup sementara. Seperti terjadi pada Pasar Ampel yang ditutup selama tiga hari (14-17/7) karena salah satu pedagangnya dinyatakan positif Covid-19.

Penutupan pasar disertai dengan penyemprotan disinfektan di seluruh kawasan pasar. Tujuannya, untuk menjamin agar kawasan pasar tidak menjadi sumber penularan Covid-19. Dinkes Boyolali juga bergerak cepat dengan melakukan rapid tes terhadap kontak erat Rmn, pedagang yang positif Covid-19. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan