“Tersingkir” dari Bursa Cawali, Achmad Purnomo : Pertimbangan Ada di DPP PDI Perjuangan

0
achmad-purnomo
FOTO DIRI :Achmad Purnomo, Bakal Calon Wali Kota yang diusung DPC PDIP pada Pilwakot Solo 2020. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Teka-teki penerima rekomendasi DPP PDI Perjuangan (PDIP) sebagai pasangan calon Wali Kota-Wakil Wali Kota (Wawali) yang diusung dalam Pilwakot Surakarta akhirnya terjawab, Kamis (16/7). PDI Perjuangan bakal mengusung putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, serta Sekretaris DPC Teguh Prakosa.

Itu artinya, nama Achmad Purnomo yang masuk bursa cawali tersingkir.

Menanggapi tentang pencoretan namanya dari bursa cawali, Achmad Purnomo menanggapinya dengan santai. Ia mengaku sudah mengetahui hasil rekomandasi DPP PDI Perjuangan langsung dari Istana Negara.

“Saat dipanggil Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo-red) saya diberitahu yang mendapatkan yang mendapatkan rekomendasi Gibran-Teguh, saya bilang Giguh, bukan Puguh,” ucap Purnomo melalui telpon.

Bagi Purnomo tersingkirnya di dari bursa calon wali kota Solo merupakan kewenangan DPP. Pihaknya juga tidak mengetahui dasar alasannya mengapa. Namun demikian, Wakil Wali Kota Surakarta ini mengakui, sosok Gibran memang yang lebih pantas dibandingkan dirinya.

“Ya saya gimana lagi, ya tidak apa apa, Dulu saya menduga sudah ke arah ke situ. Ya sikonnya begitu kok. Yang pertama tentunya, Gibran Putranya Presiden, kedua masih muda, saya sudah tua. Ya tidak tahu pertimbanganya apa DPP, yg tahu kan DPP. Kenapa jatuh ke Gibran, DPP, kan DPP lebih pinter. Yang tahu kan DPP atau DPD (PDI Perjuangan-red),” timpalnya.

Saat Purnomo ditanya, apakah akan maju ke bursa pilkada dengan menggunakan kendaraan lain. Ia menjawab secara diplomatis, bahwa dirinya tidak mungkin dipinang partai lain.

“Kayaknya enggak lah. Yang lain masih banyak. enggak lah. Pasti meminangnya bukan ke saya, tetapi ke calon lainnya,” imbuhnya.

Achmad Purnomo menyampaikan kepada media, agar menanyakan langsung kepada DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta terkait lanjutan pengumuman rekomendasi yang dijadwalkan besok. Termasuk menanyakan, tentang mekanisme kepartaian pasca-pengumuman direkomendasikan tersebut.

“Secara resmi kan belum baru besok. inikan istilahnya kan diberitahu yang sudah pirso. Malah Pak Rudy (Ketua DPC PDI Perjuangan Solo FX Hadi Rudyatmo-red) sudah mengumumkan seperti itu sudah pas. Tanyakan ke Pak Rudy, kenapa keputusannya kok berbeda. Yang penting, Pak Rudy bagimana sebagai ketua partai, yang mengusulkan saya dan Pak teguh sebagai calon, nanti internnya bagaimana menyelesaikannya. Nanti tinggal 9 Desember bagaimana?” pinta Purnomo. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan