Pasangan Gibran-Teguh Tak Ada Lawan, Pilwakot Solo Telah Selesai

0
gibran-teguh-lawan-kotak-kosong
PERINGATAN : Deklarator Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (GARUDA), BRM Kusumo Putro saat temu wartawan di Solo, Minggu (19/7/2020) memberikan peringatan kepada berbagai pihak tentang fenomena Pilwakot Solo. suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com– Pilwakot Kota Solo semakin kurang menarik dan tidak semarak lantaran bukan ajang pesta demokrasi yang sesungguhnya.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta yang bakal digelar pada 9 Desember 2020, bukan tempat rakyat memilih pemimpinnya, tetapi sebagai ajang bagi calon pemimpin untuk meminta rakyat mengesahkan legalitas sebagai Walikota dan Wakil Walikota dalam balutan Pilkada.

Dana miliaran rupiah uang rakyat yang diambil dari APBN hanya untuk membiayai Pilkada yang sudah jelas diketahui siapa pemenangnya.

Hal itu dikemukakan Inisiator Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda), BRM Kusumo Putro SH MH, Rabu (22/7).

Menurutnya, melihat perkembangan saat ini sepertinya calon Independen bakal lolos verifikasi untuk menghindari kotak kosong.

Majunya putra sulung Presiden RI, Jokowi dalam Pilkada Kota Solo, kata Kusumo, ajang pesta demokrasi telah selesai sebelum waktunya. Perhelatan Pilkada Kota Solo tahun 2020, lanjut dia, paling sunyi sepanjang sejarah.

”Terpilihnya Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa sebagai calon Walikota dan calon Wakil Walikota dan didukung 4 partai yaitu PAN, Partai Gerindra, Partai Golkar dan PSI, maka Pilkada tahun 2020, saya anggap sudah selesai,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut Deklarator Relawan Jokowi Amin Daulat Indonesia (JADI) itu, tinggal PKS pemilik 5 kursi yang belum mendukung. Jika melihat sejarah PKS merupakan partai yang pertama kali mengusung Gibran, maka ada dua kemungkinan yang akan dilakukan PKS yaitu turut mendukung Gibran atau PKS akan merangkul dan meloby partai lain pemilik kursi di DPRD untuk mengusung calon sendiri.

Langkah tersebut, menurut Kusumo, sebenarnya hanya untuk menguatkan legitimasi kemenangan pasangan Gibran-Teguh (Gi-Guh) agar terlihat benar-benar demokratis dimata rakyat karena ada lawannya dan tidak berkompetisi dengan kotak kosong.

”Saya cukup prihatin dengan tidak adanya keberanian partai-partai non PDI Perjuangan untuk bersatu mengusung calon sendiri. Langkah Parpol merapat ke Gibran-Teguh sebagai upaya penyelamatan dari kekalahan telak yang sudah tergambar di depan mengingat lawannya adalah Putra Presiden,” urainya.

Terkait pencalonan melalui jalur independen Subagyo-Suparjo (Bajo), Kusumo menilai, calon tersebut semakin terseok-seok dalam memperoleh dukungan yang jumlahnya kisaran 14,000-an sebelum tanggal 27 Juli 2020.

”Oleh karena itu, Garuda meminta KPU Kota Surakarta harus obyektif, profesional dalam verifikasi faktual (Verfak), jangan sampai KPU meloloskan calon dari independent namun surat dukungan dari masyarakat tidak memenuhi jumlah yang telah ditentukan,” tandasnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan