Tak Memakai Masker di Boyolali, Siap-siap dapat Sanksi ini

0
sanksi-masker-boyolali
SANKSI: Salah satu pelanggar terkena sanksi oleh tim terpadu. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo )

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Jajaran terkait terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait upaya penanggulangan penyebaran Covid-19. Bahkan, Pemkab Boyolali bakal memberikan sanksi bagi warga yang tidak mengenakan masker.

Seperti terlihat saat tim gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kepolisian Resort (Polres) Boyolali dan Kodim 0724/Boyolali melakukan monitoring di titik-titik keramaian di Kecamatan Boyolali, Minggu – Rabu (19-22/7).

Hal itu mengingat sejumlah sudut Kota Susu selalu ramai dengan kerumunan dan kegiatan masayarakat. Para pengendara sepeda atau pejalan kaki hingga kerumuman warga terlihat di sejumlah titik seperti kawasan Simpang Siaga dan komplek Pemkab Boyolali. 

Baca : Duh ! Pasar Gemolong Sragen Ditutup Sementara

Menurut Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kabupaten Boyolali, Susmono Dewo, sanksi tegas dilakukan tanpa memandang siapa pelanggaranya. Terlebih kini Kabupaten Boyolali sudah ditetapkan menjadi zona merah, sehingga tim gabungan memperketat aturan protokol kesehatan.

“Ini saatnya penindakan, bukan lagi sosialisasi,” ujarnya.

Sanksi tersebut mulai diberlakukan oleh tim gabungan sebagai tindak lanjut dari protokol kesehatan yang diperketat oleh Pemkab Boyolali. Salah satunya yakni sanksi bagi warga yang tidak mengenakan masker.

Baca : Babinsa Koramil 17 Wonosegoro Kawal Pemakaman Warga Binaan Secara Protokoler

Tim langsung menyita KTP bagi pelanggar. Selanjutnya, dia harus mengambil KTP-nya beberapa hari kemudian di Kantor Satpol PP dengan menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal yang sama.

“Pemkab akan terus selalu menggiatkan dan melaksanakan operasi yang sifatnya sudah mengambil tindakan. Manakala mereka keluar rumah tidak memakai masker, itu sanksinya KTP kita tahan.”

Pihaknya bakal rutin melakukan monitoring dikawasan keramaian. Mulai dari kawasan Boyolali Kota seperti kawasan Simpang Siaga, Monumen Tiga Menara hingga Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) dan sudut lain yang selalu ramai dengan kerumunan warga.

“Monitoring ini bakal terus meluas hingga kawasan keramaian di setiap wilayah kecamatan se-Boyolali.”  (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Baca : Gelar Pilkada di Tengah Pandemi, Penyelenggara Pemilu Hadapi Tantangan Berat

Tinggalkan Pesan