50 Persen Warga Solo Belum Tahu Soal Pilwakot, Relawan Solo Hebat Siap Ciptakan Asyiknya Pilkada Solo

0
relawan-solo-hebat
FOTO BERSAMA : Pegiat Relawan Solo Hebat berfoto bersama usai temu wartawan, Senin (27/7/2020). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Menyambut Pilwakot Surakarta serentak, 9 Desember 2020, sebuah relawan pecinta indah Kota Solo atau Relawan Solo Hebat berkomitmen penuh siap menciptakan pilkada yang asyik dan menyenangkan di Kota Solo.

Berdasarkan sebuah survei yang dikutip relawan ini menyebutkan, sebanyak 50,9 persen warga Solo belum mengetahui secara detail tentang perhelatan Pilwakot Solo tahun ini. Padahal ada potensi hasil dari pilwakot kali dengan mencetak pemimpin yang lebih baik.

Koordinator Solo Hebat Maria Magdalena Blegur mengatakan, bahwa proses pemilihan pimpinan kepala dan wakil kepala daerah, wali kota dan wakil wali kota, bupati dan wakil bupati, harus menjadi momentum penting dalam membangun kehidupan berbangsa dan negara,.

“Mari kita mengedukasi diri sendiri dan orang lain. Bersama-sama terus belajar,” ungkap Magda di sela-sela acara temu wartawan, Senin (27/7/2020). Metode yang dilakukan relawan ini dalam menciptakan pilwakot sejuk dengan membhat konten-konten semenarik mungkin berupa video Pendek, meme, kartun sehingga bisa dinikmati masyarakat.

Terkait kriteria ideal pemimpin Kota Solo ke depan, Magda tanpa tedeng aling-aling menyebut sosok yang visioner dan milineal sebagai pilihannya dan seluruh relawan Solo Hebat nanti.

Kota Solo saat ini hanya dan hanya mungkin dikomandani oleh sosok kepemimpinan yang visioner dan milenial. Eksistensi dan dinamika pembangunan Kota Solo yang sudah demikian tertata dan terukur arah tujuannya, hanya mungkin diteruskan oleh seseorang yang berpikiran maju, kreatif, inovatif, adaptif, dan menguasai teknologi global.

“Tantangan globalisasi ke depan di era industri 4.0 tak mungkin ditawar dengan kompromi-kompromi tertentu. Mau ga mau, Solo sudah harus melompat lebih jauh. Siapa yang mampu melaksanakan tugas tersebut? Saya yakin, Gibran-Teguh mampu!” ungkap Magda.

Diungkapkan, kehidupan baru di masa pandemi covid akan menjadi kendala dan tantangan tersendiri dalam pelaksanaan Pilwalkot Solo nanti. Situasi dan kondisinya sangat pasti akan sangat berbeda dengan suksesi-suksesi yang pernah terlaksana. Protokol kesehatan selama pelaksanaan harus tetap dijalankan, tanpa boleh mengurangi teknis dan tahapan yang ada. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan