Make Up Ala Korea Mewabah, Jasa Pendidikan Ketrampilan Rias Menggeliat

wabah-make-up-ala-korea
''WABAH'' ALA KOREA : ''Wabah'' make up ala Korea dalam bentuk pengetahuan ketrampilan sedang diajarkan instruktur Virna Eko Saputri kepada seorang siswa kursus kilat sehari rias wajah, di Cafe New Normal, Tasikmadu, Karanganyar, belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

KURSUS sehari yang diberi judul ”Make Up Ala-ala Korea” adalah kali pertama yang diadakan sejak libur panjang akibat pandemi Corona sejak Maret. Meski job merias pengantin sudah dilakukan dua kali di bulan ini.

Rias wajah atau make up ala Korea, menjadi trend make up ”mirip wabah” yang melanda luas dan sedang digandrungi wanita-wanita muda di Tanah Air akhir-akhir ini. Yaitu make up yang ringan dan mudah yang menghasilkan wajah yang tetap cantik, segar dan glowing.

Trend make up yang tergolong jenis ”flawless”, adalah imbas dari masuknya budaya Korea ke Indonesia dalam satu dekade terakhir. Semua yang berbau serba Korea mulai dari makanan, fashion, sinetron drama hingga make up, kini sedang melanda generasi muda bangsa Indonesia.

”Kami yang punya pekerjaan di bidang itu, ya hanya menyesuaikan saja. Karena rezeki saya dari situ. Tetapi, rias pengantin yang saya layani supremasinya tetap gaya Jawa Surakarta,” tegas Virna Eko Saputri, instruktur sekaligus penyelenggara kursus yang bergelar ”SH MM”.

Baca : Model Cantik ‘Vania Clara Wijaya’ Berbagi Tips Cegah Covid-19

Bangun LPK Sendiri

Kegiatan mengajar kursus ketrampilan make up itu, bagi mantan penyanyi dangdut anggota grup OM Ervana ’87 Solo (1990-2006) itu, terasa menjadi pekerjaan baru setelah libur panjang. Karena, selama 4 bulan sejak Maret itu, ”dipaksa” libur dari berbagai kegiatannya mencari nafkah.

Yaitu libur dari mengajar di sebuah LPK di Solo, libur dari job undangan merias pengantin yang dalam kondisi normal bisa sebulan penuh, dan libur dari kegiatan salon Aurella yang sekaligus menjadi kediamannya di pinggir jalan besar Solo-Surabaya kawasan Kebakkramat.

Karena ”dipaksa” pandemi Corona untuk libur panjang, tidak membuatnya lantas menyerah dan nganggur. Karena selama ”di rumah saja”, Virna mencoba memproduksi sambel dalam botol dan dipasarkan secara terbatas di lingkungan sahabat-sahabatnya sendiri.

”Ini sedang menunggu beberapa izin dari pemerintah. Kalau sudah dapat izin, langsung dipasarkan secara luas. Ya, alhamdulillah tidak sampai nganggur. Masih banyak yang bisa dikerjakan dan menghasilkan. Sebentar lagi, lembaga kursus yang kami bangun, akan beroperasi,” tunjuk Ibu dua anak dan istri seorang pegawai perusahaan farmasi itu.

Perihal lembaga kursus, sejak lama wanita yang tergabung dalam Ikatan Perias Pengantin Indonesia (Ikappi) cabang Karanganyar itu cukup peduli dengan pendidikan (non formal) dan cermat melihat peluang usaha di sektor ekonomi kreatif itu.

Baca : Muda, Rajin Olahraga, Bukan jaminan Tak Kena Serangan Jantung? Pasca-Meninggalnya Ashraf

Karena beberapa bekal pendidikan yang sudah didapatnya dirasa cukup, kini Virna hendak mewujudkan cita-citanya memiliki lembaga kursus ketrampilan (LKP) sendiri. Selain dirinya bisa menularkan pengetahuannya di situ, lembaga ini diharapkan bisa menampung tenaga kerja yang seterusnya bisa ikut menyebarluaskan pengetahuan ketrampilan.

Karena, pengetahuan ketrampilan di bidang rias wajah dan tata rambut misalnya, selain dibutuhkan setiap manusia untuk keperluan penampilan pribadi juga keluarga, bisa untuk bekal mencari nafkah.

”Mudah-mudahan, teman-teman seprofesi juga mulai berfikir ke arah sana. Karena, libur 4 bulan itu sangat memukul usaja jasa profesi yang berkait dengan kecantikan/penampilan. Saya ikut prihatin, karena ada 115 anggota Ikappi Karanganyar yang terdampak Corona. Rata-rata mereka mandiri, dari kelas menangah ke bawah,” papar Virna lagi. (Won Poerwono)

Baca : Inilah Resep Agar Tidak Tertular Virus Corona

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan