Gigih Hadapi Pandemi Covid-19 dan Waspada Merapi

0
jalur-evakuasi-merapi
AKTIVITAS BUPATI : Bupati Sri Mulyani bersama Forkompimda meninjau Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten terkait kesiapan evakuasi mandiri warga lereng Merapi. (suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

TAHUN 2020 ini, Pemkab Klaten menyambut Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-216 di situasi yang penuh keterbatasan karena adanya pandemi covid-19. Kondisi masyarakat terdampak pandemi menjadi perhatian utama Pemkab Klaten. Selain itu, status Gunung Merapi yang masih berada pada level II Waspada juga tak boleh disepelekan.

Sejak terjadinya wabah, Pemkab Klaten langsung membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dari tingkat Kabupaten sampai RT/RW. Upaya pencegahan dan penertiban pelaksanaan protokol kesehatan terus dilakukan untuk menekan jumlah kasus positif.

Gugus Tugas diketuai Bupati Klaten Hj Sri Mulyani rutin menggelar rapat koordinasi untuk melakukan evaluasi penanganan dan perkembangan situasi terbaru. Penyemprotan disinfektan melibatkan TNI/Polri, PMI, relawan dan masyarakat luas terus dilakukan sesuai kebutuhan.

‘’Kami menggandeng semua elemen yang ada untuk memaksimalkan upaya pencegahan penularan covid-19 di Klaten. Tak hanya penyemprotan, tapi juga sosialisasi, edukasi dan penertiban pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Bantuan bagi warga terdampak covid-19 juga terus diberikan,’’ tegas Bupati Sri Mulyani.

Ada sejumlah bantuan yang didistribusikan dengan pengawasan langsung dari Gugus Tugas, yakni Bantuan Langsung Tunai (BST) dari Kementerian Sosial, Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Dana Desa, bantuan sembako dari Provinsi Jateng dan Pemkab Klaten, serta bantuan lainnya. Tujuannya agar bantuan tepat sasaran.

‘’Sekitar 70 persen warga Klaten sudah mendapatkan bantuan, tidak boleh ada yang dobel agar merata. Bantuan yang kurang tepat sasaran dicoret dan warga yang layak menerima tapi belum mendapat akan diusulkan agar mendapat bantuan. Semoga bisa meringanankan beban warga terdampak pandemi,’’ kata Bupati.

Sri Mulyani rajin mendatangi warga untuk menyerahkan bantuan secara simbolis sambil mengajak warga agar mematuhi protokol kesehatan. Untuk BST tahap II sebanyak 72.000 penerima sudah selesai didistribusikan, sedangkan BST tahap III jumlahnya 65.000 penerima karena yang terindikasi penerima ganda, pindah alamat, atau meninggal dunia dinonaktifkan atau dicoret.

Pemkab Klaten juga melakukan pergeseran anggaran yang tidak main-main besarnya, hingga Rp 220 miliar untuk pencegahan dan penanganan covid-19 di Klaten. Rumah sakit rujukan dengan ruang isolasi disiapkan, juga ruang karantina, dan pemenuhan kebutuhan APD bagi tenaga medis. Langkah itu mendapat dukungan masyarakat luas.

Waspada Merapi

Pemkab Klaten juga terus mewaspadi ancaman erupsi Gunung Merapi. Tiga shelter pengungsian dan desa paseduluran disiapkan untuk menampung pengungsi dengan penerapan protokol kesehatan. Jalur evakuasi Merapi yang rusak pun diperbaiki dengan menggunakan dana pemeliharaan APBD Klaten anggaran total mencapai Rp 18 miliar.

“Yang terpenting dalam penanganan erupsi Merapi adalah keselamatan warga. Simulasi evakuasi mandiri sudah dilakukan, pengecekan fasilitas pengungsian dan jalur evakuasi juga sudah dilakukan. Jadi kalau sewaktu-waktu terjadi erupsi, masyarakat dan semua elemen sudah siap,’’ ujar Bupati Sri Mulyani.

Tak heran dalam peringatah Hari Jadi Klaten ke-216 ini, kesiapsiagaan harus terus dilakukan karena Klaten termasuk kawasan rawan bencana. Bupati selalu menekankan pentingnya koordinasi semua elemen, agar semua kemungkinan bisa diantisipasi sebaik mungkin untuk menghindari jatuhnya korban.(*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan