Polisi Sita Bir Seharga Rp 40 Juta tidak Sah, Harus Dikembalikan ke Pemilik

0
gugatan-perdata-polsek-pasarkliwon
PUTUSAN- Sidang gugatan praperadilan, hakim tunggal, Jihad Arkanudin perintahkan agar polisi mengembalikan barang bukti (BB) berupa puluhan krat dan sejumlah kardus berisi bir yang disita dikembalikan kepada pemilik toko dalam sidang di PN Surakarta, Selasa (28/7). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Kapolsek Pasar Kliwon, AKP Tegar Satrio Wicaksono dan empat anggotanya yang menyegel dan menyita puluhan krat dan sejumlah kardus berisi bir di Toko Ojo Lali (OL), pada Februari 2020, harus mengembalikan seluruh barang bukti (BB) yang disita kepada pemilik toko.

Hal itu berdasar putusan majelis hakim tunggal, Jihad Arkanudin SH MH, dalam sidang permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa (28/7).

Berdasar putusan hakim, penyitaan bir yang jumlahnya cukup banyak dan harganya lebih dari Rp 40 juta tersebut tanpa ada surat izin penyitaan dari Ketua PN Surakarta. Untuk itu, Jihad Arkanudin SH MH dalam putusannya, memerintahkan agar Kapolsek dan anggotanya selaku tergugat atau termohon untuk segera mengembalikan seluruh bir yang disita kepada Sri Sapawi, selaku pemilik Toko OL di Jalan Veteran, Pasarkliwon.

Putusan hukum majelis hakim tersebut tentunya mutlak harus dilakukan termohon, mengingat dalam sidang praperadilan tidak ada upaya banding atau mencari keadilan yang lebih tinggi lagi.

Majelis hakim dalam sidang menyatakan bahwa penyegelan, penyitaan 26 krat bir seharga Rp 8.320.000, 22 krat bir seharga Rp 10.560.000, 17 krat harganya Rp 8.840.000. Penyitaan dua kardus berisi bir dengan harga Rp 900.000. Lima kardus berisi bir seharga Rp 3 juta. Dua krat berisi bir dengan harga Rp 1.320.000. Ditambah lagi, 15 krat bir dengan harga Rp 7.350.000, dengan total harga bir seluruhnya sebesar Rp 40.290.000, tidak sah karena tidak mematuhi peraturan hukum yang berlaku.

Adapun ketentuan hukum yang dilanggar Kapolsek yakni penyitaan bir pada bulan Februari 2020 tidak disertai dengan surat izin dari Ketua Pengadilan. ”Berhubung penyitaan barang bukti (BB) tidak sah, kami meminta kepada termohon untuk segera mengembalikan seluruh bir yang disita kepada pemilik Toko Ojo Lali,” tegas Jihad Arkanudin dalam putusannya.

Gugatan praperadilan ini diajukan oleh Nicodemus Sukirno, selaku Ketua LSM Pusoko mewakili pemilik Toko, Sri Sapawi. Atas permohonan itu, majelis hakim juga menyatakan bahwa pemohon praperadilan (Nicodemos-red) dinyatakan sah sebagai pemohon praperadilan. ”Lembaga atau organisasi kemasyarakatan berhak untuk mengajukan permohonan praperadilan dalam perkara ini,” tandas Majelis Hakim Tunggal tersebut.

Dalam sidang, pihak termohon dihadiri Kasubbid Bantuan Hukum Polda Jateng, AKBP Jalal SH MH, Kasubbag Hukum Polresta Surakarta, AKP Rini Pangestuti SH, MH, Kanit Reskrim Polsek Pasar Kliwon, Iptu Raya Sumirang SH dan sejumlah anggota Polsek Pasar Kliwon. Tampak hadir juga Kapolsek Pasar Kliwon yang baru, AKP Adis Dhani.

Usai sidang, para termohon yang kalah dalam sidang praperadilan, enggan untuk menyampaikan keterangan. ”Saya tidak punya kapasitas untuk menanggapi,” terang AKBP Jalal yang terlihat buru-buru meninggalkan pengadilan sembari menyarankan untuk konfirmasi ke Kasubbag Humas Polresta Surakarta.

Begitu juga AKP Rini Pangestuti juga tidak bersedia memberi penjelasan. Dia mengemukakan perkara ini sudah dilaporkan ke pimpinan. ”Silahkan konfirmasi kepada Kapolresta, beliau yang berwenang untuk menyampaikan,” terang Kasubbag Hukum Polresta Surakarta itu sembari jalan untuk meninggalkan pengadilan. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan