PDI Perjuangan Sukoharjo Resmi Laporkan Perusakan Bendera Jagonya

dpc-pdip-sukoharjo-lapor-perusakan-baliho
LAPOR POLRES : Pengurus DPC PDIP melaporkan perusakan baliho Etik-Agus di sejumlah wilayah ke Mapolres Sukoharjo, Rabu (29/7/2020). (suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – DPC PDI Perjuangan Sukoharjo resmi melaporkan kasus perusakan puluhan baliho Etik-Agus (EA) yang merupakan jagonya akan berlaga pada pilkada Desember mendatang, Rabu (29/7/2020).

Perwakilan pengurus, khususnya di PAC PDI Perjuangan yang menjadi lokasi perusakan, mendatangi SPK Polres Sukoharjo. Selain pengurus PAC, juga terlihat Ketua DPRD Wawan Pribadi yang merupakan Bendahara DPC PDIP Sukoharjo, serta beberapa anggota DPRD dari PDI Perjuangan lainnya .

“Hari ini kami resmi membawa persoalan ini ke Polres Sukoharjo. Tujuannya kami melaporkan perusakan itu agar ditindaklanjuti oleh polisi dan pelakunya ditemukan,” jelas Wawan di Mapolres Sukoharjo.

Baca : Paguyuban Kades Bantah Gabung Joswi

Perusakan sendiri terjadi di sejumlah wilayah. Yaitu Kecamatan Sukoharjo, Baki, Nguter, Tawangsari, Kartasura dan Grogol. Di tempat-tempat itu, baliho yang dirusak jumlahnya mencapai puluhan dan terbanyak ada di wilayah Kecamatan Sukoharjo. Baliho itu robek dan ada juga yang ditulisi kata-kata tidak menyenangkan.

Ketua DPC PDI PerjuanganP Sukoharjo, Wardoyo Wijaya mengatakan, ada indikasi perusakan itu dilakukan oleh pihak yang tidak senang dengan jatuhnya rekomendasi DPP PDI Perjuangan pada pasangan Etik Suryani-Agus Santosa (EA). Namun, pihaknya menyerahkan semua persoalan itu pada aparat penegak hukum.

“Ada indikasi yang melakukan adalah orang-orang yang tidak suka dengan turunnya rekomendasi pada EA. Kami tidak ingin menuduh jadi, kami serahkan pada kepolisian,” ujar Wardoyo.

Baca : Begini Cara Aparat Polres Klaten Sosialisasi Operasi Patuh Candi 2020

Di satu sisi, pihaknya meminta agar kader dan simpatisan PDI Perjuangan tidak perlu melangkah berlebihan. Terlebih hal itu sudah dilaporkan ke Polres Sukoharjo. Karena itu, Wardoyo yang juga Bupati Sukoharjo ini meminta agar seluruh kadernya tetap menjaga kondusivitas wilayah.

“Tidak usah melakukan tindakan apapun di luar koridor hukum. Kita serahkan semua pada kepolisian untuk mengusutnya. Kader dan simpatisan saya minta tetap tenang,” imbaunya. (Heru Susilo)

Baca : Keraton Izinkan Pintu Alkid Dibuka untuk Berdagang, PKL Langsung Kenduri Syukuran

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan