PKS Solo Solid Carikan Lawan Buat Gibran

didik-hermawan-pks-solo
KETERANGAN PERS : Pimpinan Fraksi PKS DPRD Surakarta dan Pimpinan DPD PKS Surakarta memberikan keterang pers terkait kejadian wakil rakyat PKS yang memakai baju relawan Gibran saat rapat paripurna beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

*Tak Terpengaruh Insiden Rapat Paripurna DPRD Surakarta

SOLO,suaramerdekasolo.com Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Surakarta tetap mencari calon wali kota ideal dalam Pilwakot 2020. Pemilik lima kursi di DPRD Surakarta ini tak terpengaruh atas insiden salah satu wakilnya di DPRD Surakarta yang mendukung Gibran Rakabuming.

Ketua DPD PKS Kota Surakarta Abdul Ghofar mengungkapkan, dukungan Didik Hermawan, wakil rakyat PKS kepada Gibran yang ditunjukkan memakai pakaian khas relawan cawali dari PDIP itu adalah inisiatif perseorangan.

“PKS Solo tetap mencari sosok sebagai lawan Gibran pada Pilwakot mendatang,” ujar Abdul Ghofar dalam acara temu pers di gedung DPRD Karangasem, Solo, Rabu (30/7/2020).

Abdul Ghofar mengungkapkan, meski salah satu wakil rakyat dari partainya menyatakan diri memberikan dukungan kepada Gibran Rakabuming, seperti yang dilakukan Didik Hermawan. Sampai detik ini, PKS tetap konsisten untuk tetap tidak mendukung putra sulung Presiden Joko Widodo itu dalam Pilwakot mendatang.

Baca : Menuntut ”Keadilan” tetapi Membuat Geram Pihak Lain

“Kami tetap konsisten untuk mewarnai demokrasi di Kota Solo ini dengan mengusung calon sendiri, saat ini PKS masih terus mencari sosok ideal untuk dijadikan calon wali kota dalam Pilwakot Solo mendatang,” ungkapnya di dampingi Ketua Fraksi PKS DPRD Surakarta Asih Sunjoto Putro.

Ghofar mengungkapkan, DPP PKS juga mengetahui ada kejadian salah satu kader partai yang menyampaikan dukungan kepada Gibran. Termasuk, bentuk dukungan itu mendapatkan respons luar biasa di media mainstream maupun media sosial. Hanya saja DPP memberikan arahan, apakah yang bersangkutan tetap patuh pada instruksi partai atau tidak.

Baca : Suhu di Pegunungan Dieng Capai 3,5 Derajat, Sedingin Suhu Kulkas

“Kalau masih patuh ya berarti, Didik masih bisa menjadi bagian partai ini. Tetapi bila tidak patuh, (termasuk menolak sanksi-red) dari Fraksi PKS, pasti DPP akan memberikan sikap lain terhadap Didik,” tegas Ghofar.

Ia juga menegaskan, agar kader PKS baik yang duduk di legislatif maupun tidak tetap tegak lurus dengan keputusan partai. Sikap partai agamis dalam pilwakot adalah mengusung calon sendiri, dan tidak bergabung mendukung Gibran. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Baca : Unik! Cara Menghasilkan Uang yang Aneh dan Tak Biasa

 

Tinggalkan Pesan