Idul Adha, Desa Pengkok Sembelih Hewan Terbanyak Di Sragen

kurban-terbanyak-sragen1
DAGING KURBAN - Warga Dukuh Karanglo RT 16 Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung gotong-royong memotong daging kurban, untuk dibagikan ke warga.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Sudah beberapa tahun berturut-turut, Desa Pengkok Kecamatan Kedawung tercatat menyembelih hewan kurban terbanyak. Kendati masa pandemi Covid-19 melanda, namun tidak menyurutkan semangat warga Desa Pengkok dalam merayakan Idul Adha 1441 H dengan menyembelih hewan kurban. Karena saat merayakan Hari Idul Adha 1441 H, kemarin jumlah sapi dan kambing kurban yang disembelih cukup banyak.
Kades Pengkok Sugimin Cokro menyebutkan, di Desa Pengkok ada 151 ekor sapi dan 111 ekor kambing disembelih untuk kurban.

‘’Kebanyakan daging kurban dibagikan keluar Desa Pengkok,’’ tutur Sugimin Cokro, ditemui usai mengecek beberapa lokasi penyembelihan sapi dan kambing, Jumat (31/7/2020).

Baca : Mantap, Pemkab Klaten Kurban 19 Sapi dan 27 Kambing

Di antara desa yang mendapatkan bagian ada yang di wilayah Kecamatan Plupuh, bahkan ada yang dikirim ke Wonogiri. Warga Desa Pengkok ada 11.900 jiwa atau sekitar 3.500 KK.

Dibanding perayaan Idul Adha tahun lalu, lanjut Sugimin Cokro jumlah ternak kurban yang disembelih tahun ini lebih banyak lagi. Karena sesuai data yang dihimpun, hewan ternak sapi yang disembelih tahun 2019 lalu 122 sapi dan 75 kambing.

‘’Saya juga heran di masa pandemi Covid 19 dimana kondisi ekonomi menurun, namun ternak yang disembelih warga jumlahnya malah naik,’’ tutur Sugimin Cokro, mantan pengusaha peralatan dapur itu.

Terbanyak

Karena banyaknya hewan ternak yang disembelih, lanjut Sugimin tak mengherankan jika di Desa Pengkok setiap tahun dikenal selalu menempati urutan teratas dalam hal menyembelih hewan kurban.

Baca : Kasus Covid-19 di Sukoharjo Melonjak, Kasus Positif Capai 33

Ditemui terpisah, Siswanto warga Dukuh Karanglo RT 16 Desa Pengkok menuturkan kalau di wilayahnya warga menyembelih 10 sapi dan lima kambing itu dari uang tabungan. Menurut Siswanto pandemi Covid-19 tidak membawa dampak bagi warga untuk melaksanakan ibadah melalui pemotongan hewan kurban.

Banyaknya hewan ternak kurban di Dukuh Karanglo tidak mengandalkan dari hasil panen padi. Karena harga gabah hasil panen Juli 2020 ini turun drastis. Harga gabah dibeli tengkulak hanya Rp 5,5 Juta per pathok atau mengalami penurunan dibanding taksiran petani yang mencapai Rp 9 juta per pathok (setara 3.330 m2).

Warga yang urunan beli hewan kurban, lanjut Siswanto karena menabung lewat arisan atau tabungan yang disimpan sejak lama. Di tempat terpisah, di Dukuh Gembong Desa Saradan Kecamatan Karangmalang warga menyembelih lima ekor sapi dan 14 kambing.

Baca : Bersepeda, Polres Klaten Bagi Sembako Untuk Kaum Duafa

”Jumlah hewan ternak yang disembelih untuk kurban tidak berbeda jauh dibanding dengan Idul Adha tahun lalu, meski saat ini masih pandemi Covid-19” tutur Sunardi Ketua RW 01 Dukuh Gembong, Desa Saradan, kemarin. Suyadi warga Dukuh Gondang Desa Jirapan mengatakan sebagian warga menyebelih empat ekor sapi dan sembilan ekor kambing. Jumlahnya hampir sama dengan kurban tahun lalu.(Anindita AN)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan