Penumpang Masih Lesu, PT KAI Optimalkan Angkutan Logistik

ANGKUTAN-LOGISTIK-PT-KAI
FOTO ILUSTRASIPT-KAI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Di saat belum maksimalnya kinerja angkutan penumpang di tengah pandemi Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta berupaya mengoptimalkan angkutan barang dengan membuka layanan angkutan barang Rail Express di 7 stasiun di Daop 6. Yakni Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, Stasiun Klaten, Stasiun Purwosari, Stasiun Solo Balapan, Stasiun Solo Jebres, dan Stasiun Sragen.

Menurut Executive Vice President PT KAI Daop 6 Yogyakarta Asdo Artriviyanto, Rail Express merupakan layanan PT KAI (Persero) untuk jasa angkutan retail station to station dengan harga terjangkau. Masyarakat dapat mengirimkan semua jenis barang di antaranya paket, motor, produk UMKM, e-commerce, bahan pangan, dan lainnya. Pelanggan cukup menyerahkan barang ke loket Rail Express di stasiun dan mengambilnya di loket Rail Express stasiun tujuan.

Baca : PT KAI Bersiap Tutup Semua Lintasan Liar, Pasca Tewaskan Warga

Masyarakat yang akan mengirimkan barang dengan harga terjangkau dapat mempercayakan Rail Express untuk mengirimkan barangnya ke berbagai kota yang menyediakan layanan Rail Express. Tarif murah menjadi salah satu keunggulan Rail Express, misalnya untuk rute Yogyakarta ke Jakarta tarifnya hanya Rp 950/kg, Yogyakarta ke Surabaya cuma Rp700/kg. Tarif yang dikenakan adalah minimal 5 kg, kecuali untuk angkutan motor dihitung berdasarkan kapasitas CC. Khusus untuk bahan pangan, Rail Express juga melayani pengiriman bahan pokok, biji-bijian, buah, hewani, makanan olahan, rempah-rempah, sayur, susu, dan telur.

“Rail Express membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pelanggan PT KAI untuk mengirim berbagai jenis komoditi termasuk hortikultura seperti mangga, jeruk, jamur, bawang, dan sebagainya ke berbagai tujuan dengan murah, cepat, serta aman,” kata Asdo, Kamis (30/7/2020).

Baca : Lintasan KA Liar Srago Ditutup Warga dan Petugas PT KAI, Usai Tewaskan Pemotor

Sementara itu, untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, PT KAI juga kembali mengoperasikan beberapa KA jarak jauh. Seperti KA Taksaka, KA Mataram, KA Senja Utama Solo, KA Matarmaja, KA Turangga, KA Bima, KA Pasundan, KA Wijaya Kusuma, KA Mutiara Selatan, KA Joglosemarkerto, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Sritanjung, dan KA Argo Dwipangga.

“Masyarakat yang akan bepergian dengan moda transportasi kereta api dapat menggunakan kereta api itu menuju ke berbagai tujuanpada hari – hari tertentu,” kata dia.

Untuk pelayanan pelanggan yang akan naik KA jarak jauh, mulai Kamis (29/7) PT KAI Daop 6 Yogyakarta bekerja sama dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) dan PT Rajawali Nusindo menyediakan layanan Rapid Test Covid-19 seharga Rp 85.000 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solobalapan. Menurut Asdo, layanan Rapid Test di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun Solo Balapan ini disediakan untuk lebih memudahkan pelanggan yang akan menggunakan kereta api di masa Adaptasi Kebiasaan Baru.

Asdo menambahkan, perjalanan KA jarak jauh sesuai SE Gugus Tugas Covid-19 Nomor 9 Tahun 2020 masih mensyaratkan penumpang untuk membawa Surat Bebas Covid-19 dari hasil PCR atau Rapid Test yang masih berlaku 14 hari sejak diterbitkan, atau boleh surat keterangan sehat bebas influenza like ilness yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Test PCR dan / atau Rapid Test.

Baca : Terjaring Razia Tak Pakai Masker, Dihukum Lafalkan Pancasila dan Push Up

Layanan Rapid Test ini tersedia dengan jam pelayanan mulai pukul 07.00 s.d 19.00. Pelanggan yang berhak melakukan Rapid Test di stasiun ini diharuskan memiliki kode booking tiket KA Jarak Jauh.

“Penyediaan layanan Rapid Test di stasiun merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI dalam rangka menerapkan protokol kesehatan yang ketat pada moda transportasi kereta api. Dengan hadirnya layanan ini, diharapkan mobilitas masyarakat dapat meningkat, dengan tetap menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, selamat, dan seluruh pelanggannya sehat sampai di tujuan.”(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan