Berkurban di Daerah Pinggiran Lebih Maslahat

kurban-domba-wonogiri
MEMERIKSA DOMBA : Mulyoko (35) pemilik Sekar Mendho Farm memeriksa ternak domba di peternakannya Dusun Pare RT2 RW3 Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (SM/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Beberapa daerah di pinggiran atau pelosok desa ternyata masih minim hewan kurban. Di sisi lain, jumlah hewan kurban di perkotaan begitu melimpah. Oleh karenanya, sejumlah pihak berupaya membantu menyalurkan hewan kurban ke daerah-daerah yang belum menikmati daging kurban.

Seperti yang dilakukan Sekar Mendho Farm, peternakan domba di Dusun Pare RT2 RW3 Desa Pare, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri. “Kami menghimpun informasi daerah mana saja yang belum ada hewan kurban, kemudian kami menyalurkan daging kurban dari para pekurban,” kata Mulyoko (35) pemilik Sekar Mendho Farm, Minggu (2/8/20202).

Baca : 29 Nakes Wonogiri yang Positif Covid-19 dalam Kondisi Baik

Program pengiriman daging kurban ke daerah pinggiran itu berawal dari pengamatannya beberapa tahun lalu. “Saya mencoba ke beberapa daerah, entah kenapa di sana tidak ada kurban,” ujarnya.

Sampai saat ini, sudah ada sekitar 60 ekor domba yang akan didistribusikan ke daerah minim kurban. Sebanyak 40 ekor di antaranya berasal dari lembaga Nurul Hayat sedangkan 20 ekor lainnya dari keluarga dan kerabat Yoko.

Pihaknya mendistribusikan dalam bentuk daging beku. “Dombanya disembelih pada hari Idul Adha dan selama hari tasyrik, kemudian daging yang dibagian dalam bentuk frozen (daging beku),” terangnya.

Baca : Penutupan Pasar Wonogiri Diikuti Dengan Sterilisasi

Daging kurban didistribusikan ke beberapa daerah. Antara lain ke wilayah Kecamatan Paranggupito, Kismantoro, dan Jatisrono. “Besok (Senin, 3/8) akan ke Puhpelem,” imbuhnya.

Sementara itu, harga domba selama Idul Adha berkisar 1,8 – 3 juta per ekor. Ada pula domba yang berkualitas sangat bagus harganya mencapai Rp 4 juta per ekor.

Selama Idul Adha ini dia sudah menjual lebih dari 2.500 ekor domba. Sebagian pembeli merupakan lembaga atau organisasi, seperti Daarut Tauhid, Majelis Tafsir Alquran (MTA), Yayasan Nurul Hayat dan sebagainya. Ada pula pembeli perorangan dan reseller. (Khalid Yogi)

Baca : 29 Nakes RSUD Wonogiri Positif Covid-19, Diduga Tertular Pasien Ponpes

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan