Pepadi Gairahkan Pentas Wayang Kulit

pentas-wayang-pepadi-jateng1
PENTASKAN WAYANG : Ketua Pepadi Jateng Ki Untung Wiyono, mementaskan wayangan di Joglo Taman nDayu ditayangkan live streaming Sabtu (1/8) untuk menggairahkan jagad pedalangan di masa Pandemi Covid-19.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

*Pentas Wayang di Lima Lokasi

TIDAK tega melihat dalang, niyaga dan pesinden banyak yang menganggur karena sepi job, Ketua Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Jateng Ki Untung Wiyono menggelar wayangan. Di masa pandemi Covid-19, Untung menyiapkan wayangan di lima lokasi.

Tujuannya agar para dalang, niyaga dan pesinden tidak menganggur. ”Ada uang transport untuk semua dalang, niyaga dan pesinden yang hadir,” tutur Untung Wiyono disela pentas wayang kulit dengan lakon ”Pandawa Laku” di Joglo Taman nDayu Sabtu 1 Agsutus yang ditayangkan live streaming.

Pentas wayang yang ditonton hanya puluhan orang dan menerapkan protokol kesehatan itu dihadiri dedengkot dalang Dalang Ki Manteb Sudharsono dan Dalang Ki Gusti Benowo, serta sejumlah dalang lainnya. Untung selaku Ketua Pepadi Jateng ingin agar Sabtu dan Minggu ada pentas wayang kulit.

Ketua Korwil Pepadi Surakarta Gusti Benowo mengapresiasi pentas wayang bergilir di lima lokasi itu. Benowo memandang pentas wayangan itu ”nguripi” para dalang, niyaga dan pesinden. Karena setelah pentas, mereka dapat uang transport. ”Sehingga tidak mengalami stres di rumah, akibat sepinya job wayang kulit,” tutur Gusti Benowo.

Dalang Sragen Ki Medot Sudharsono, putera dalang kondang berjuluk ”Sabetan Setan” Ki Manteb Sudharsono, membenarkan adanya kegiatan wayangan bergilir yang akan digelar di lima lokasi.

”Pentas wayangan pertama sudah dilaksanakan di rumah saya di Desa Mojokerto Jumat (31/7) lalu,” ungkap Ki Medot Sudharsono, saat dihubungi.

Kehilangan Job

Pentas berikutnya nanti akan di laksanakan lagi di empat penjuru Kabupaten Sragen. Gagasan Bupati Sepuh Untung Wiyono itu dilakukan agar para seniman pedalangan tidak patah semangat dan tetap terhibur, meski di masa pandemi job lagi sepi.

pentas-wayang-pepadi-jateng2

”Bubar pentas kabeh tak songoni,” tutur Untung yang mendapat gelar Kanjeng Pangeran (KP) dari Keraton Kasunanan Surakarta itu.

Untung juga meminta agar Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati, puteri sulungnya untuk segera mengumpulkan para dalang se Kabupaten Sragen, niyaga dan pesinden. Harapannya agar kegiatan pewayangan di Sragen tetap jalan dengan protokol kesehatan.

”Ora mergo Bupati Yuni arep nyalon Bupati meneh, tapi iki kanggo kanca kabeh,” tuturnya.

Dampak pandemi Covid-19 tidak saja dialami dalang lokal. Dalang sekaliber Ki Manteb Sudharsono dan Gusti Benowo, mengalami dampak serupa, kehilangan job ”Saya sudah menerima job pentas wayangan 16 Agustus, terpaksa batal,” ujar Ki Manteb Sudharsono dengan suara parau.

Dalang Gusti Benowo menimpali, kalau dia juga mendapatkan tiga job ndalang, tapi semua tidak bisa dijalani, karena tidak ada ijin pentas di masa pandemi Covid-19.

”Niki kula pun sekarat,” keluh Gusti Benowo lantang.

Sambil berseloroh, Benowo menyatakan sudah akan berniat bunuh diri karena melihat keadaan ini, dimana kondisi sedang sepi-sepinya job. Benowo juga minta agar Bupati Sragen segera meminta petunjuk atasan, kapan pentas wayang kulit di Sragen dan sejumlah daerah bisa diijinkan lagi. Karena di Kabupaten Karanganyar dan Pemalang, lanjut Benowo pentas wayang kulit sudah diijinkan.(Anindito AN)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan