Pandemi Covid-19, Jumlah Hewan Korban Justru Meningkat

0
kurban-terbanyak-sragen1
DAGING KURBAN - Warga Dukuh Karanglo RT 16 Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung gotong-royong memotong daging kurban, untuk dibagikan ke warga.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Meski terjadi pandemi Covid-19 , dan terjadi keluhan ekonomi kibat terdampak wabah, ternyata jumlah hewan kurban sapi dan kambinh yang dipotong di Karanganyar pada Idul Adha dan hari tasyrik ini justru meningkat.

‘’Tahun lalu jumlah sapinya ada 5213 ekor dan kambingnyada 13,360 ekor. Tahun ini justru naik sapinya mencapai 5.515 ekor dan kambingnya ada 18.500 ekor. Meningkat cukup banyak meski di sana-sini ada keluhan ekonomi,’’ kata Wiharso Kepala Kantor Kemenag Karanganyar, Senin.

Ini memang agak mengejutkan. Sebab ketika awal pandemi, dan muncul keluhan yang menyangkut terhentinya sejumlah kegiatan sektor ekonomi, pihaknya sudah pasrah jika hewan korban pun menurun. Namun yang terjadi masyarakat malah berbondong-bondong berkorban.

Baca : Ada 73 Persen Lahan Di Jawa Berkurang Kesuburannya, Petani Diimbau Tanam Padi Organik

Artinya ada kesadaran keberagamaan yang muncul dalam masyarakat, terlebih lagi dalam bersedekagh di masa wabah ini. Kepedulian pada tetangga yang kesulitan karena wabah justru semakin muncul.

‘’Kepedulian sebagian dari masyarakat semakin menjadi peduli. Ini yang cukup membanggakan. Apalagi jika dikaitkan dengan dana untuk pencegahan covid di Karanganyar termasuk yang sedikit. Artinya justru masyarakat banyak berperan membantu meringankan kerja pemerintah,’’ kata Wiharso.

Dari laporan yang diterima Kemenag tidak ada yang khusus atau terjadi misalnya cacing hewan yang bisa merugikan masyarakat penerima daging. Artinya semua hewan korban yang disembelih terbukti cukjup sehat dan juga saat mencacah daging untuk dibagikan juga masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan di masa Covid-19.

Sejak awal pihaknya memag menghimbau agar selama pemotongan dan pencacahan daging masyarakat tetap patuh pada protokol kesehatan agar tidak muncul klaster baru covid karena Idul Adha yang tidak terkontrol.

Baca : Suhu di Pegunungan Dieng Capai 3,5 Derajat, Sedingin Suhu Kulkas

Penyelenggaraan shalat Idul Adha juga terjadi di semua masjid di Karanganyar karena Pemkab tetap mengizinkan dengan protokol pencegahan covid yang ketat. Sehingga semua aman dan terkendali tidak terjadi sesuatu yang mengkhawatirkan.

Pabtauan Dinkes Karanganyar saat ini jumlah positif covid ada 25 orang dan semuanya dirawat di rumah sakit. Ada tambahan dua orang namun secara umum kondisinya baik dan segar. Semoga dalam perkembangannya negatif covid sehingga bisa pulang.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan